Anggota DPR Kritik Serial 'Love & 10 Million Dollars', Serukan Film Indonesia Naik Kelas dengan Kualitas Cerita
DPR Kritik Serial 'Love & 10 Million Dollars', Film Indonesia Harus Naik Kelas

Anggota DPR Kritik Serial 'Love & 10 Million Dollars', Serukan Film Indonesia Naik Kelas dengan Kualitas Cerita

Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI sekaligus Ketua DPP PKB bidang Komunikasi dan Teknologi Informasi, Iman Sukri, menyoroti kemunculan serial Indonesia terbaru berjudul "Love & 10 Million Dollars". Serial yang dibintangi Davina Karamoy dan Giorgino Abraham ini menjadi perbincangan publik karena menghadirkan narasi dilema cinta dan uang dengan sejumlah adegan intim yang cukup berani.

Kritik Terhadap Konten yang Tidak Selaras Nilai Budaya

Iman Sukri menilai, arah produksi konten seperti ini patut menjadi perhatian serius karena dinilai tidak selaras dengan nilai-nilai budaya dan tradisi masyarakat Indonesia. "Konten film dan serial seharusnya mencerminkan jati diri bangsa. Jika justru menonjolkan sensualitas dan relasi yang tidak sesuai norma, ini berpotensi mengikis nilai budaya yang selama ini kita jaga," kata Iman di Jakarta, dikutip Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya, industri perfilman nasional memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan membangun karakter generasi muda. Iman mengingatkan tayangan seperti ini berpotensi membentuk cara berpikir generasi muda secara keliru, terutama jika tidak diimbangi dengan nilai edukatif yang kuat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pentingnya Tontonan Berkualitas dan Inspiratif

"Anak-anak muda kita membutuhkan tontonan yang berkualitas, inspiratif, dan membangun. Bukan justru disuguhi narasi yang bisa menormalisasi hubungan transaksional dan eksploitasi sensualitas," tutur politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Lebih lanjut, dia mendorong pemerintah untuk lebih proaktif dalam melakukan pengawasan terhadap produksi dan distribusi konten digital di Indonesia. "Jangan sampai kebebasan berekspresi dijadikan alasan untuk menabrak norma dan nilai budaya bangsa," ungkapnya.

Regulasi Platform Streaming dan Konten Digital

Ia juga menekankan pentingnya regulasi yang adaptif terhadap perkembangan platform streaming, mengingat konten digital saat ini sangat mudah diakses oleh masyarakat lintas usia. Menutup pernyataannya, Iman Sukri berharap seluruh pemangku kepentingan industri kreatif dapat lebih bijak dalam memproduksi karya.

"Industri film Indonesia harus naik kelas bukan dengan menjual sensasi, tetapi dengan kualitas cerita, nilai, dan pesan yang membangun," pungkasnya.

Diketahui, Komisi I DPR RI berfokus pada bidang pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta intelijen. Komisi I bertanggung jawab dalam pengembangan infrastruktur digital, perlindungan data pribadi, penyiaran, dan pengawasan penyebaran informasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga