KOMPAS.com - Drama Korea berjudul Teach You a Lesson berhasil menarik perhatian banyak penonton di berbagai belahan dunia, termasuk Asia, Eropa, dan Amerika Selatan. Namun, di negara asalnya, Korea Selatan, drama ini justru menuai respons yang rumit dan beragam.
Kontroversi Adegan Kekerasan terhadap Anak
Sejumlah penonton mengaku merasa terganggu dengan adegan yang menampilkan orang dewasa dan otoritas negara melakukan kekerasan terhadap anak di bawah umur. Hal ini menjadi sorotan utama di tengah popularitas drama tersebut di kancah internasional.
Tanggapan Guru di Korea Selatan
Song Uk Jin, seorang guru kelas enam di Sekolah Dasar Jeonju Misan, memberikan tanggapannya seperti dikutip dari The Korea Herald. Ia menyatakan, "Drama tersebut menyoroti realita bahwa guru tidak dapat dilindungi dari pengaduan jahat oleh orang tua." Namun, ia juga menambahkan, "Tetapi tetap memilukan dan menyedihkan bahwa hal ini terus terjadi di ruang kelas."
Pernyataan ini mencerminkan dilema yang dihadapi para pendidik di Korea Selatan, di mana kekerasan terhadap anak masih menjadi isu sensitif. Drama Teach You a Lesson dianggap berhasil mengangkat tema tersebut, meskipun cara penyajiannya menuai kritik.
Popularitas Global vs Respons Lokal
Di satu sisi, drama ini sukses menarik perhatian penonton global dengan alur cerita yang unik dan penuh kejutan. Namun, di sisi lain, respons negatif dari dalam negeri menunjukkan bahwa masih ada celah dalam cara isu kekerasan terhadap anak ditampilkan di layar kaca.
Kontroversi ini pun menjadi bahan diskusi hangat di kalangan penggemar drama Korea, baik di dalam maupun luar negeri. Banyak yang berharap agar produksi drama ke depan lebih sensitif dalam menyikapi isu-isu sosial yang diangkat.



