Warga Protes Musik Dangdut Keras, Keributan dengan Karantina Monyet di Tangerang
Keributan Warga vs Karantina Monyet Akibat Musik Dangdut di Tangerang

Keributan terjadi di kawasan Benda, Kota Tangerang, Banten, pada Minggu (5/7) malam. Insiden ini dipicu oleh warga yang merasa terganggu dengan suara keras musik dangdut yang diputar dari tempat karantina monyet di Jalan Halim Perdana Kusuma, Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda.

Viral di Media Sosial

Momen keributan antara warga dan pihak karantina monyet sempat viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat kedua belah pihak saling protes dan menyampaikan keberatan. Warga menegur karena suara bising masih terjadi hingga larut malam.

Polisi Turun Tangan

Pihak Polsek Benda mendatangi tempat kejadian perkara untuk mendalami keributan. Kapolsek Benda AKP Sriyono mengatakan, "Kanit Reskrim Polsek Benda Iptu Zaenal Arifin berikut anggota melaksanakan pengecekan laporan warga terkait terjadinya keributan."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Berdasarkan hasil pengecekan, pihak karantina monyet menjelaskan bahwa saat itu sedang ada acara perayaan ulang tahun sehingga musik diputar dengan volume keras. "Kebisingan acara karena merayakan ultah dan hiburan musik terlalu kencang dan jam larut malam di karantina monyet buntut panjang, sehingga warga menegurnya," ujar Sriyono.

Penyelesaian Secara Damai

Polisi menyatakan persoalan itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak saling memaafkan dan tidak ada tuntutan. "Permasalahan sampai saat ini sudah selesai secara damai dan musyawarah. Kedua belah pihak antara pemilik karantina dan karyawannya dengan bapak RW dan warga saling memaafkan dan tidak menuntut apapun," pungkas Sriyono.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga