Aktor peran Ibnu Jamil membagikan pengalamannya yang baru pertama kali terjun sebagai pengisi suara dalam film animasi Garuda di Dadaku. Meskipun sebelumnya sudah pernah melakukan dubbing, ia mengakui bahwa proses untuk animasi ternyata jauh berbeda dari yang ia bayangkan.
Pengalaman Baru di Dunia Animasi
“Kalau untuk ngisi suara udah pernah, tapi untuk animasi film secara keseluruhan, baru ini,” ungkap Ibnu saat ditemui di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2026).
Antusiasme Bergabung
Suami Ririn Ekawati itu mengaku antusias saat pertama kali diajak bergabung dalam proyek ini, terlebih karena Garuda di Dadaku merupakan Intellectual Property (IP) yang sudah sangat melekat di benak masyarakat Indonesia. Ia merasa bangga bisa menjadi bagian dari proyek yang mengangkat kisah tentang semangat sepak bola Indonesia.
Proses pengisian suara untuk animasi memerlukan teknik yang berbeda dibandingkan dengan dubbing biasa. Ibnu harus menyesuaikan emosi dan intonasi suara dengan karakter animasi yang digambarkan. Meski menantang, ia menikmati setiap prosesnya.
Film animasi Garuda di Dadaku dijadwalkan tayang di bioskop pada tahun 2026. Sutradara memastikan tidak ada penggunaan teknologi AI dalam pembuatan film ini, sehingga setiap detail animasi dikerjakan secara manual oleh tim kreatif.



