Aditya Triantoro Jelaskan Posisi Annisa Hadiyanti di Nussa dan Rara
Aditya Jelaskan Posisi Annisa di Nussa dan Rara

Aditya Triantoro Jelaskan Posisi Annisa Hadiyanti di Nussa dan Rara

Dalam sebuah klarifikasi terkait beredarnya narasi yang menyebutkan bahwa dirinya mendepak mantan istrinya dari perusahaan, salah satu founder animasi Nussa dan Rara, Aditya Triantoro, memberikan penjelasan mendetail mengenai posisi Annisa Hadiyanti dalam struktur organisasi perusahaan tersebut. Penjelasan ini disampaikan Aditya dalam acara Curhat Bang Denny Sumargo, yang menegaskan bahwa Annisa memang pernah menjabat sebagai komisaris, namun dengan alasan tertentu yang berkaitan dengan legalitas pendirian perusahaan.

Posisi Komisaris untuk Kemudahan Legalitas

Aditya Triantoro mengakui bahwa posisi Annisa Hadiyanti sebagai komisaris di perusahaan animasi Nussa dan Rara awalnya hanya dimaksudkan untuk mempermudah proses pengurusan legalitas perusahaan. Ia menjelaskan bahwa penempatan Annisa dalam posisi tersebut dilakukan sejak awal pendirian perusahaan, dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan administratif dan hukum yang berlaku. "Di dalam struktur organisasi, dia waktu itu memang sebatas komisaris," ujar Aditya, menekankan bahwa hal ini bukanlah bagian dari strategi bisnis jangka panjang, melainkan lebih pada aspek formalitas pendirian usaha.

Lebih lanjut, Aditya menyatakan bahwa keputusan untuk menempatkan Annisa sebagai komisaris didasarkan pada kebutuhan praktis saat itu, tanpa ada maksud untuk memberikan peran operasional yang signifikan. "Kenapa ditaruh komisaris waktu itu karena dari awal pendirian," tambahnya, mengisyaratkan bahwa posisi tersebut lebih bersifat simbolis dan administratif, dibandingkan dengan keterlibatan aktif dalam pengambilan keputusan atau manajemen sehari-hari perusahaan.

Klarifikasi atas Narasi yang Beredar

Penjelasan Aditya Triantoro ini muncul sebagai respons terhadap narasi yang beredar di publik, yang menyebutkan bahwa ia telah mengeluarkan Annisa Hadiyanti dari perusahaan animasi Nussa dan Rara. Dengan klarifikasi ini, Aditya berusaha meluruskan informasi yang tidak akurat dan memberikan konteks yang lebih jelas mengenai hubungan bisnis mereka pasca-perceraian. Ia menegaskan bahwa posisi Annisa sebagai komisaris tidak berubah karena konflik pribadi, melainkan telah direncanakan sejak awal untuk tujuan legalitas.

Dalam pernyataannya, Aditya juga menyoroti pentingnya transparansi dalam mengelola perusahaan, terutama yang melibatkan mantan pasangan hidup. Ia berharap bahwa penjelasan ini dapat mengakhiri spekulasi yang tidak berdasar dan memfokuskan perhatian pada karya animasi Nussa dan Rara itu sendiri, yang telah menjadi fenomena populer di Indonesia. Dengan demikian, klarifikasi ini tidak hanya menjawab pertanyaan publik, tetapi juga menjaga reputasi perusahaan di tengah dinamika hubungan pribadi para pendirinya.