Azwir Rahim, seorang perantau asal Padang, berhasil membangun usaha nasi padang dari modal awal Rp10 juta. Kini, usahanya yang bernama Sambalado Baru di Desa Bojong, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, menjadi sumber penghidupan bagi keluarganya. Perjalanan usahanya tidak selalu mulus, namun berkat pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, ia mampu bertahan dan berkembang.
Merintis Usaha dari Nol
Azwir merantau ke Jakarta dan pertama kali bekerja sebagai sekuriti di Jakarta Utara. Setelah menikah pada 2012, ia mulai merintis usaha nasi padang dengan bantuan mertua. "Tinggal sama dia itulah alhamdulillah dibantu mertua, baru lah kita usaha," kata Azwir kepada detikcom di warungnya.
Pada awal merintis, usaha Azwir belum stabil. Ia mengaku harus melewati berbagai tantangan, termasuk kondisi penjualan yang naik turun. "Sakit-sakitan dulu kita yang namanya merintis tuh ya gimana ya, kadang rame, kadang sepi," ujarnya.
Dengan modal sekitar Rp10 juta, Azwir memulai usahanya sendiri. Setelah berkembang, ia mempekerjakan dua pegawai untuk membantu operasional.
Peran KUR BRI dalam Pengembangan Usaha
Pada 2015, Azwir mengajukan pinjaman KUR BRI untuk membuka cabang baru di Bogor. Namun, cabang tersebut terpaksa ditutup karena berbagai tantangan, termasuk pandemi COVID-19 yang menyebabkan penurunan penjualan. Meski begitu, Azwir bertahan dan perlahan usahanya kembali meningkat. "Sekarang alhamdulillah lah udah ada mulai peningkatan-peningkatan dikit-dikit," ujarnya.
Selama menjalankan usaha, Azwir telah mengajukan sekitar lima kali pinjaman KUR BRI dengan nominal bervariasi: Rp10 juta, Rp15 juta, Rp25 juta, Rp30 juta, hingga Rp35 juta, dengan tenor rata-rata 2 tahun. Ia mengaku proses pengajuan berjalan lancar dan pencairan cepat. "Cepat. Langsung proses, langsung pencairan gitu kan, nggak lama-lama dia, karena BI checking kita kan bagus," kata Azwir.
Menu dan Pelanggan
Warung Azwir menjual berbagai menu seperti ayam, ikan, daging sapi, dan telur dengan harga serba Rp13 ribu. Pelanggannya berasal dari warga sekitar dan pembelian online. Ia juga menerima pesanan borongan dari kantor desa dan puskesmas setempat, kadang mencapai 100 bungkus atau 50 bungkus per pesanan. Dalam sehari, ia bisa menjual hingga 100 bungkus nasi padang, meskipun penjualan belum selalu stabil akibat kondisi ekonomi.
Dampak Usaha bagi Keluarga
Azwir memperkirakan keuntungan harian sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu. Meski tidak besar, ia bersyukur karena usahanya tetap berjalan. "Saya bilang yang penting usaha itu lancar walaupun sedikit, yang penting perputaran uang itu ada terus," ujarnya.
Keuntungan tersebut digunakan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga, termasuk renovasi rumah, membantu orang tua, dan membiayai pendidikan dua anaknya yang masih SD dan SMP. "Alhamdulillah kebantu lah semuanya, bisa renovasi rumah, bagus-bagusin rumah," kata Azwir. Ia juga berterima kasih kepada BRI atas bantuan pinjaman yang memungkinkan usahanya maju. "Alhamdulillah semenjak ada bantuan dari KUR BRI ya bisa menambah usaha, bikin maju, bikin besar usaha gitu," imbuhnya.
Komitmen BRI untuk UMKM
Kepala Unit BRI Gandoang Kabupaten Bogor, Mokhamad Rokhmat, menegaskan komitmen BRI dalam mendukung pelaku usaha agar naik kelas. "Mudah-mudahan dengan adanya ini, penginnya bisa membantu masyarakat kecil, naik kelas lah bisa dibilang. Yang tadinya mungkin usaha ultra mikro, dia naik kelas ke usaha mikro. Mikro nanti jadi mungkin ke ritel, ritel menengah ke atas," ujar Rokhmat kepada detikcom.
Rokhmat menambahkan bahwa perjalanan usaha tidak singkat, sehingga BRI selalu hadir mendampingi, termasuk saat pandemi COVID-19. "Karena tetap harus ada semacam pendampingan. Ketika misalkan kayak kemarin kita pas Covid, itu tetap mendampingi mereka," katanya.



