Jejaring dan koneksi menjadi faktor krusial bagi pelaku UMKM untuk mengakselerasi usaha dan memperluas pasar. Tiga UMKM binaan BRI berhasil mewujudkannya dalam bentuk kolaborasi produk sehat. Semua berawal dari obrolan santai di Rumah BUMN Jakarta pada Juni 2025.
Bermula dari Pelatihan di Rumah BUMN
Yusnianti, pemilik Bakpao Gandum by RoyalKueID, dan Christine K Purnama, pemilik Omah Sedap Nusantara, bertemu saat mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Jakarta. Keduanya merupakan UMKM binaan BRI melalui Rumah BUMN Jakarta, wadah pelatihan dan pengembangan UMKM agar naik kelas.
"Kalau dengan Bu Christine jadi kita memang sama-sama hadir di acaranya Rumah BUMN, pokoknya tentang UMKM naik level. Dari situ kita berkenalan, kita ada ngobrol-ngobrol, 'Oh iya, produk kamu apa?'" tutur Yusnianti.
Saat pelatihan, Yusnianti dan Christine saling bertukar informasi tentang produk mereka. Yusnianti aktif menjelaskan produknya berupa bakpao gandum yang menyasar pelanggan yang menginginkan makanan lezat namun tetap sehat. Produk Christine juga mengusung konsep hidup sehat, yakni jamu, minuman rempah tradisional, dan abon.
"Kita saling sharing karena waktu itu saya juga lumayan aktif memperkenalkan ke UMKM lain kalau produk saya itu produk lifestyle yang ke arah kesehatan. Dan Bu Christine sendiri juga ada konsepnya abon yang lebih ke arah kesehatan," kata Yusnianti.
Terwujudnya Kolaborasi
Mengetahui produk mereka memiliki konsep yang sama, Yusnianti sering mengobrol dan bertemu dengan Christine. Dari perkenalan di Rumah BUMN BRI inilah kolaborasi keduanya terwujud. "Waktu saya menawarkan dia untuk taruh produknya di tempat saya, dia tertarik. Akhirnya dia mengunjungi tokonya saya dan mulai naruh barang," kata Yusnianti.
"Saya juga membantu membuat konten tentang produk dia bahwa produk dia bisa dibeli di sini, di-collab. Jadi itu adalah masa-masa di awal kita belajar tentang konten collab. Kita sama-sama terobsesi untuk menawarkan makanan lebih sehat dan berbobot. Kita konsumsi produk kita sendiri juga," tuturnya.
Christine membenarkan cerita Yusnianti. Kini ia bisa menaruh barangnya di outlet RoyalKueID di Fresh Market PIK, Jakarta Utara. Pada Rabu (17/6) lalu, Christine mendatangi toko Yusnianti dengan membawa jamu beras kencur dan kunyit asam D'Plok, abon ayam original, ayam pedas, sapi original, sapi pedas, abon jantung pisang Bonwie, serta La'Cookish berupa kue biji ketapang mete dan wijen gluten free dari tepung mocaf.
"Saya kenal dengan Bu Yus waktu pelatihan di Rumah BUMN di Jl. S Parman. Dari ngobrol, terus Bu Yus menawarkan kalau punya outlet dan kolaborasi di toko Bu Yus," tutur Christine.
Kolaborasi dengan Pelaku UMKM Lain
Ada satu lagi UMKM binaan BRI yang berkolaborasi di toko yang sama, yaitu Crispy Salad milik Irvan Tan. Crispy Salad merupakan keripik dari sayuran asli yang dikeringkan dengan teknologi vaccum-dry dan freeze-dry tanpa MSG, pewarna, pengawet, maupun zat kimia lainnya. Ketiga produk ini saling berkelindan dalam mengedepankan aspek kesehatan dan dapat dijumpai di satu toko milik Yusnianti.
"Kita juga ada rekanan seperti RoyalKueID PIK. Benar (ini sedang naruh produk) dan kita juga bekerja sama dengan reseller. Untuk reseller kita di kota besar di seluruh Indonesia," kata Irvan Tan di toko Yusnianti.
Yusnianti menyebut Irvan merupakan kerabat keluarga. Ia mengenal pembinaan dari Rumah BUMN BRI berkat Irvan yang sudah lebih dulu memulai usaha UMKM. Beberapa kali Yusnianti bertemu dan bekerja sama dengan Irvan di acara pameran UMKM. Kini, Crispy Salad juga bisa dijumpai di toko RoyalKueID.
"Karena saya memang ada tempat seperti Bu Christine juga, saya ada bagian tempat gitu kan, jadi menawarkan dia untuk kerja sama. Irvan itu adalah orang yang bantuin kita bikin konten collab. Ditambah lagi memang produk kita saling berinteraksi dalam arti produk dia itu air-fry vegetable. Konsepnya juga kita sama-sama dalam gerakan membangun keluarga sehat di Indonesia. Kita happy-happy aja bisa saling membantu," sebut dia.
Profil Tiga UMKM Binaan BRI
Ketiga UMKM binaan BRI ini memiliki cerita inspiratif. Yusnianti membangun usaha bakpao gandum dari skala rumahan hingga kini bisa menyewa toko dua lantai di PIK yang strategis. Lewat LinkUMKM BRI, platform pemberdayaan digital untuk membantu UMKM naik kelas, usahanya berkembang melalui beragam pelatihan. Dari laku ratusan ribu rupiah, bakpao gandum Yusnianti kini bisa laku ribuan biji.
"Kalau sekarang kita bisa jual berapa ribu ya, ya kayak bulan lalu kita sampai ada hampir 3.000 kayaknya. Kita bilangin average-nya Rp 20.000. Tapi itu kita disclaimer sedikit, itu karena ada expo ya. Karena expo itu kan langsung penjualan bisa menanjak gede hampir 1.000 piece itu," kata Yusnianti.
Omah Sedap Nusantara milik Christine juga berkembang berkat pelatihan dari Rumah BUMN BRI. Usaha yang dirintis dari dapur rumahan saat pandemi kini bisa menembus ritel modern. Christine mengaku dibimbing oleh BRI hingga bisa terus berinovasi dan berkembang. Salah satu dampak nyata bergabung ke Rumah BUMN BRI adalah pengurusan sertifikasi halal.
"Untuk D'plok ini biasanya di bazar-bazar, di pameran, dan kemarin sudah masuk ke hotel bintang 5 ini yang untuk D'plok. Kemudian kalau yang abon ini bisa ditemui di SESA Organic, Bright Store Pertamina masuk, sama PLN pusat, kantor PLN pusat sudah masuk," ujar Christine.
Terakhir, Irvan dengan Crispy Salad-nya. Irvan mengikuti dan menjadi bagian Rumah BUMN BRI untuk memperluas pasar usahanya. Usaha Irvan kini bisa meraup omzet 200 jutaan setiap bulannya.



