Rupiah Terpuruk ke Rp 17.529 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Terpuruk ke Rp 17.529 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berada di bawah tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Pada penutupan perdagangan Selasa (12/5/2026), rupiah ditutup di level Rp 17.529 per dolar AS. Angka ini menjadi salah satu posisi terlemah rupiah sepanjang sejarah, sebagaimana dikutip dari Kontan.

Faktor Pelemahan Rupiah

Pergerakan rupiah yang terus melemah membuat pelaku pasar dan masyarakat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi ekonomi global maupun domestik yang turut memengaruhi nilai tukar mata uang rupiah. Selain dipengaruhi sentimen pasar global, pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh dinamika perdagangan, aliran modal asing, hingga kondisi ekonomi dalam negeri.

Sentimen Global dan Domestik

Beberapa faktor yang mempengaruhi pelemahan rupiah antara lain:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Sentimen pasar global yang tidak menentu, termasuk kebijakan moneter bank sentral AS.
  • Dinamika perdagangan internasional yang mempengaruhi ekspor dan impor Indonesia.
  • Aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan Indonesia.
  • Kondisi ekonomi dalam negeri yang masih menghadapi tantangan.

Pelemahan rupiah ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan Bank Indonesia untuk mengambil langkah-langkah stabilisasi nilai tukar. Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap fluktuasi nilai tukar yang dapat berdampak pada harga barang dan jasa.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga