Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan mencatat level terendah sepanjang sejarah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah menguatnya dollar AS yang didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pergerakan Rupiah pada Rabu (3/6/2026)
Berdasarkan data Reuters, pada pukul 09.00 WIB, rupiah diperdagangkan di level Rp 17.890 per dolar AS, melemah 0,34 persen dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 17.830 per dolar AS. Pelemahan rupiah berlanjut pada pukul 10.45 WIB hingga menyentuh level Rp 17.926 per dolar AS.
Faktor Pendorong Pelemahan Rupiah
Analis pasar mengaitkan pelemahan rupiah dengan sentimen global yang tidak kondusif. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS, sehingga mendorong penguatan dollar dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Kondisi ini diperparah oleh ketidakpastian pasar keuangan global yang membuat investor cenderung menghindari risiko. Pelemahan rupiah yang terus berlanjut menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan Bank Indonesia.



