Tantangan Gen Z Punya Rumah: Harga Properti Naik, Pendapatan Stagnan
Gen Z Sulit Punya Rumah, Harga Properti Terus Naik

Generasi Z dan Impian Rumah yang Semakin Berjarak

KOMPAS.com - Generasi Z (Gen Z) kini menghadapi tantangan berat dalam mewujudkan impian memiliki rumah. Lonjakan harga properti yang terus terjadi tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan yang signifikan. Akibatnya, banyak anak muda memilih untuk tinggal di kos-kosan atau menyewa rumah karena dianggap lebih terjangkau dibandingkan dengan mencicil rumah setiap bulan.

Faktor Ekonomi Makro Memperparah Situasi

Kondisi ekonomi makro seperti pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi turut memperburuk keadaan. Hal ini membuat biaya hidup semakin tinggi, sehingga impian memiliki rumah terasa semakin sulit dijangkau. Banyak anak muda yang harus merelakan tabungan mereka terkuras untuk kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat.

Prioritas Pengeluaran yang Beragam

Di sisi lain, kebutuhan hidup yang semakin kompleks memaksa Gen Z untuk membagi pendapatan mereka ke berbagai pos pengeluaran. Mulai dari biaya transportasi, makanan, pendidikan, hingga hiburan, semuanya harus dipenuhi. Alhasil, porsi penghasilan yang bisa dialokasikan untuk menabung atau menyiapkan uang muka rumah menjadi sangat terbatas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Harga properti terus naik sementara pendapatan stagnan.
  • Pelemahan rupiah dan kenaikan BBM menambah beban biaya hidup.
  • Kebutuhan hidup yang beragam mengurangi kemampuan menabung untuk rumah.

Para ahli menyarankan agar Gen Z mulai merencanakan keuangan sejak dini, mencari sumber pendapatan tambahan, serta mempertimbangkan program pemerintah seperti KPR bersubsidi untuk meringankan beban. Namun, tanpa perubahan signifikan pada kondisi ekonomi, tantangan ini diperkirakan akan terus berlanjut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga