Backlog Perumahan Jateng Turun 274.514 Unit, Gubernur Luthfi Apresiasi Kolaborasi
Backlog Perumahan Jateng Turun 274.514 Unit di 2025

Backlog Perumahan di Jawa Tengah Berhasil Ditekan 274.514 Unit Sepanjang 2025

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengumumkan capaian signifikan dalam penanganan backlog atau kekurangan kebutuhan rumah di provinsi tersebut. Sepanjang tahun 2025, angka backlog berhasil dikurangi sebanyak 274.514 unit, dari total awal tahun yang tercatat sebesar 1.332.968 unit.

Kolaborasi Kunci Penurunan Backlog

Luthfi menyampaikan data ini saat membuka Rapat Kerja Daerah Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia Jawa Tengah di Wisma Perdamaian, Semarang, Rabu (11/2/2026). Ia menegaskan bahwa penurunan ini merupakan hasil keroyokan bersama antara pemerintah daerah dengan berbagai asosiasi perumahan dan para pengembang.

"Ini pekerjaan rumah yang harus kita keroyok bersama-sama dengan menggandeng Real Estate Indonesia termasuk asosiasi rumah yang lain," tegas Luthfi dalam keterangan tertulisnya.

Program Strategis Pengentasan Kemiskinan

Gubernur mendorong percepatan penuntasan backlog sebagai bagian integral dari upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah. Pemprov Jateng telah menjalankan berbagai program pendukung, antara lain:

  • Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
  • Rehabilitasi tempat tinggal
  • Pembangunan rumah bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem

Luthfi juga meminta asosiasi perumahan dan pengembang untuk memperkuat pasokan rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan ekonomi masyarakat. Hal ini sekaligus mendukung program nasional 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Pertimbangan Lahan dan Tata Ruang

Meski mendorong percepatan pembangunan, Luthfi menekankan pentingnya memperhatikan ketersediaan lahan dan aturan tata ruang yang berlaku. Ia secara khusus menyatakan bahwa lahan sawah dilindungi tidak boleh dialihfungsikan menjadi permukiman.

"Koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota juga diperlukan karena kewenangan tata ruang berada di masing-masing daerah," tambahnya, menekankan pentingnya sinergi antar tingkat pemerintahan.

Dukungan dari Asosiasi Perumahan

Ketua DPD REI Jawa Tengah, Hermawan Mardiyanto, menyambut positif dukungan Pemprov Jateng dalam upaya pemenuhan kebutuhan hunian layak. Ia mengungkapkan bahwa REI Jateng rutin melakukan evaluasi bersama Gubernur Ahmad Luthfi setiap tiga bulan terkait percepatan program 3 juta rumah.

"Masyarakat masih sangat butuh rumah. Kami selaku asosiasi mengimbau anggota untuk melakukan pekerjaan dengan baik dan tidak melanggar aturan," ujar Hermawan.

Hermawan juga menilai keberadaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman sangat membantu pencapaian target, terutama setelah adanya penambahan kuota program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Dengan sisa backlog saat ini sekitar 1.058.454 unit, Luthfi optimis bahwa kebutuhan sandang, pangan, dan papan masyarakat Jawa Tengah dapat terpenuhi melalui langkah-langkah strategis yang telah dan akan terus dilaksanakan.