Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (Kemenimipas) secara resmi meluncurkan fasilitas hunian bagi aparatur sipil negara (ASN) yang berlokasi di Cikarang Barat dan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Program ini disambut antusias oleh para pegawai, salah satunya Rahardjo Sudarmono, ASN dari Lapas Kelas 1 Tangerang. Ia mengaku senang karena berhasil membeli rumah melalui aplikasi Star Sinergi.
Kemudahan Melalui Aplikasi Star Sinergi
Rahardjo menjelaskan bahwa kesempatan memiliki rumah ini merupakan hasil kerja sama antara BRI dengan Kemenimipas, dan terbuka bagi seluruh ASN di lingkungan kementerian. Proses pembelian dimulai dengan membuka aplikasi ASN Star Sinergi. Aplikasi STAR SINERGI sendiri merupakan pusat kendali terpadu yang mengintegrasikan berbagai layanan internal dan fungsi administratif di Kemenimipas.
“Kita buka, ternyata sudah ada beberapa pilihan perumahan. Jadi ada beberapa lokasi dan beberapa tipe. Nah, di situ saya klik kemudian saya ajak diskusi istri saya yang kira-kira dekat dengan mertua saya,” ujar Rahardjo di Cikarang, Selasa (19/5/2026). “Kebetulan mertua saya di Bekasi juga. Jadi kita pilih di Cikarang Barat ini karena dekat dengan orang tua. Pendaftarannya juga melalui online, lewat aplikasi STAR SINERGI yang terkoneksi dengan Star ASN,” tambahnya.
Proses Cepat dan Bunga KPR Rendah
Proses pemesanan hunian berlangsung cepat. Hanya butuh waktu satu minggu untuk melengkapi seluruh proses pendaftaran. Dokumen yang diunggah pun standar, seperti identitas diri, slip gaji, dan identitas keluarga, sama seperti pengajuan kredit rumah pada umumnya. Keunggulan utama yang dirasakan Rahardjo adalah suku bunga KPR dari BRI yang flat sebesar 7,5 persen, jauh lebih rendah dibandingkan bunga komersial yang mencapai 11 hingga 13 persen.
“Upload dokumennya standar seperti halnya identitas diri, kemudian ada slip gaji, kemudian identitas keluarga, sama halnya seperti kredit rumah pada umumnya. Hanya saja mungkin kelebihannya kenapa kami pilih di sini karena bunganya flat dari BRI 7,5 persen. Beda sama bunga komersil yang setahu saya 11 sampai dengan 13 persen,” tuturnya.
Terhindar dari Pungli
Rahardjo mengaku bahagia karena pembelian hunian ini difasilitasi oleh Kemenimipas. Menurutnya, hal ini memberikan jaminan dan menghindarkan dari pungutan liar (pungli) yang kerap terjadi jika membeli rumah di luar program tersebut. “Yang pasti (perasaannya) senang, bahagia kita punya aset. Kemudian difasilitasi oleh kementerian juga. Lingkungannya juga pasti nanti terjamin karena isinya juga teman-teman satu kementerian,” ucapnya. “Yang pasti jauh dari apa, pungli lah. Kalau di perumahan-perumahan lain kan ada juga pungli terkait dengan lingkungan dan lain-lain. Saya rasa kalau di sini aman makanya saya pilih,” sambungnya.
Komitmen Kemenimipas untuk Kesejahteraan Pegawai
Sebelumnya, Kemenimipas meluncurkan fasilitas rumah ASN bernama Casa De Prima di Cikarang Barat dan Cikarang Pusat pada Selasa (19/5). Menteri Imigrasi Agus Andrianto menyatakan bahwa program ini merupakan komitmen kementerian dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai. “(Ini) upaya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menyejahterakan pegawai melalui penyediaan rumah yang nyaman, layak huni, terjangkau yang merupakan fondasi awal para ASN kita untuk dapat mengabdi dan melayani masyarakat dengan prima,” ujarnya.
Pada tahap awal, sebanyak 34 rumah dan 9 rumah toko (ruko) dari total 60 bangunan di Casa De Prima telah rampung. Sementara itu, di Cikarang Pusat sebanyak 78 unit ditargetkan mulai dibangun pada awal Juni 2026. Fasilitas perumahan ini didukung oleh KPR dari PT BRI dengan suku bunga flat 7,5 persen selama 25 tahun, yang diharapkan mempermudah pegawai memiliki hunian dekat dengan lokasi kerja.



