Polda Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan visi swasembada pangan nasional tahun 2026. Hal ini dibuktikan melalui pelaksanaan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II yang dipusatkan di Desa Bumi Agung Jaya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Capaian produksi jagung di wilayah hukum Polda Sumsel telah menembus angka 66.938,22 ton.
Sinergi Multisektor dalam Panen Raya
Kegiatan panen raya ini tidak hanya melibatkan jajaran kepolisian, tetapi juga multisektor yang terintegrasi secara nasional. Acara ini terkoneksi langsung melalui tayangan virtual bersama Presiden Prabowo Subianto serta diikuti serentak oleh seluruh Polda, Polres, dan Polsek se-Indonesia. Kapolda Sumsel, Irjen Sandi Nugroho, menegaskan bahwa akselerasi program ketahanan pangan dilakukan secara terukur, progresif, dan berkelanjutan.
Lampaui Target Tanam
Memasuki tahun 2026, komitmen tersebut terus diakselerasi. Potensi lahan jagung di wilayah Polda Sumsel kini mencapai 31.891,74 hektare, yang secara nyata melampaui target maksimal yang diamanatkan oleh Gugus Tugas Polri. Irjen Sandi Nugroho menyampaikan, "Alhamdulillah, potensi lahan kita kini mencapai 31.891,74 hektare, secara nyata melampaui target maksimal yang diamanatkan oleh Gugus Tugas Polri."
Lebih lanjut, ia memaparkan tren positif yang berhasil dicapai hingga pertengahan tahun ini. Realisasi tanam pada Kuartal I mencapai 10.753,99 hektare, dan pada Kuartal II sukses menembus 108,02 persen dari target. Capaian produksi jagung di wilayah Polda Sumsel pada tahun 2026 telah mencapai 66.938,22 ton, yang terserap secara optimal oleh Bulog, sektor industri pakan ternak, dan pasar lokal.
Peran OKU Selatan sebagai Pusat Panen Raya
Pemilihan Kabupaten OKU Selatan sebagai pusat kegiatan di Sumatera Selatan didukung oleh lonjakan data yang kuat. Wilayah hukum Polres OKU Selatan merupakan kontributor terbesar dalam rencana panen raya serentak kali ini. Di lokasi Desa Bumi Agung Jaya, terhampar 11 hektare lahan yang dipanen langsung menggunakan teknologi alat dan mesin pertanian (Alsintan) modern berupa Corn Combine Harvester.
Secara keseluruhan di OKU Selatan, luas panen mencapai 113 hektare dengan estimasi hasil mencapai 678 ton jagung. Potensi lahan jagung di wilayah ini meroket drastis dari 2.982 hektare pada 2025 menjadi 6.877 hektare di tahun 2026. Pada momen panen raya tersebut, turut dilakukan pelepasan 30 ton jagung menggunakan tiga unit truk menuju Bulog OKU Timur untuk memastikan kelancaran rantai pasok dan stabilitas harga di pasaran.
Komitmen Polri dalam Ketahanan Pangan
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, menegaskan bahwa capaian ini adalah bentuk nyata keseriusan Polri, khususnya Polda Sumsel, dalam mengawal program strategis pemerintah dari hulu ke hilir. "Keberhasilan Polda Sumsel melampaui target tanam jagung hingga 108 persen lebih ini menjadi bukti bahwa sinergitas kita di lapangan berjalan sangat progresif. Dipusatkannya panen raya di OKU Selatan adalah representasi dari komitmen kami untuk terus mendorong sentra-sentra pertanian lokal agar lebih produktif demi tercapainya swasembada pangan nasional di tahun 2026," tegasnya.
Raihan produksi jagung, perluasan lahan, serta realisasi tanam yang melampaui target menjadi bukti nyata atas kinerja progresif Polda Sumsel. Capaian ini mengukuhkan posisi institusi Polri tidak hanya sebagai penjaga stabilitas keamanan, tetapi juga motor penggerak ketahanan pangan yang terukur dari hulu ke hilir dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.



