Pemerintah Kabupaten Serang bersama PT Kurma Adzwa Farm (KAF) melaksanakan pemotongan 1.000 ekor kambing kurban di Pondok Pesantren (Ponpes) Bai Mahdi Ma'mun, Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, pada Kamis, 28 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kurban yang bekerja sama dengan Kementerian Desa (Kemendes).
Distribusi Paket Kurban ke 29 Kecamatan
Dari hasil kurban tersebut, sebanyak 9.163 paket daging kurban akan dibagikan kepada warga di 29 kecamatan di Kabupaten Serang. Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menyatakan bahwa paket tersebut akan disalurkan kepada para mustahik yang benar-benar membutuhkan di seluruh desa. Ia juga memohon maaf jika ada mustahik yang tidak mendapatkan bagian.
Pilot Project Nasional
PT KAF bekerja sama dengan Kemendes untuk melakukan kurban sebanyak 1.000 ekor kambing dalam satu waktu. Kegiatan ini menjadi pilot project pertama di Indonesia karena baru kali ini pemotongan hewan sebanyak seribu domba dilakukan dalam satu waktu. Bupati Serang menambahkan bahwa Pemkab Serang berencana membangun desa tematik bersama PT KAF untuk meningkatkan perekonomian warga, seperti desa domba, desa kerbau, dan desa sapi.
Jaminan Kesehatan Hewan Kurban
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, memastikan bahwa seluruh hewan kurban yang dipotong dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. Distribusi daging kurban juga dipastikan akan sampai ke para mustahik melalui pemerintah desa setempat. Dokter hewan turut dilibatkan untuk memastikan kualitas daging. Yandri menekankan pentingnya tepat sasaran dalam penyaluran bantuan.
Pengembangan Desa Tematik
Yandri mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada beberapa desa tematik di Indonesia, seperti desa ayam bertelur, desa ayam pedaging, desa ikan nila, desa ikan lele, desa buah-buahan, desa jagung, dan desa padi. Ke depannya, Kemendes akan membangun desa penghasil hewan kurban, salah satunya di Kabupaten Serang. Kebutuhan daging untuk kurban, sate, rendang, hingga pemotongan dam bagi pelaksana umrah atau haji masih sangat tinggi, sehingga peluang pengembangan desa ternak sangat terbuka.



