Pasaman Barat Tetapkan 7.275 Hektare Lahan Pertanian Berkelanjutan untuk Ketahanan Pangan
Pasaman Barat Tetapkan 7.275 Hektare Lahan Pertanian Berkelanjutan

Pasaman Barat Tetapkan 7.275 Hektare Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, telah menetapkan lahan pertanian pangan berkelanjutan seluas 7.275 hektare. Langkah ini bertujuan untuk mencegah alih fungsi lahan ke penggunaan lain dan menjaga ketahanan pangan di daerah tersebut.

Peningkatan Luas Lahan dan Arahan Pemerintah Pusat

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Pasaman Barat, Afdal, mengungkapkan bahwa luas lahan pertanian pangan berkelanjutan ini mengalami peningkatan dari sebelumnya yang hanya 7.190 hektare. "Ada peningkatan luas LP2B di Pasaman Barat yang sebelumnya hanya 7.190 hektare," ujarnya di Simpang Empat, Sumatera Barat, seperti dilaporkan Antara pada Selasa, 21 April 2026.

Menurut Afdal, penetapan ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat dalam rangka mencapai swasembada pangan. "Sesuai arahan pemerintah pusat dalam rangka swasembada pangan, salah satunya adalah menjaga lahan sawah agar tidak alih fungsi ke lahan lain. Kita di daerah juga harus sejalan dalam menjaga stabilisasi pangan," jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Larangan Alih Fungsi dan Keterlibatan Kelompok Tani

Lahan pertanian yang masuk dalam kategori lahan pertanian pangan berkelanjutan ini tidak boleh dialihfungsikan. "Lahan pertanian yang masuk dalam LP2B tidak boleh dialihfungsikan, lahan itu tersebar di sejumlah kecamatan yang ada," tegas Afdal. Selain itu, pihaknya juga menggandeng kelompok tani yang sepakat untuk tidak mengalihfungsikan lahan pertanian mereka.

Upaya ini diharapkan dapat menjaga kelestarian, optimalisasi, dan perlindungan lahan pertanian. "Pihaknya berharap lahan pertanian yang masuk dalam LP2B itu nantinya bisa lestari, optimal dan dilindungi," tambah Afdal.

Target Produksi Padi dan Upaya Pencapaiannya

Untuk tahun 2026, Pasaman Barat menargetkan produksi padi sebesar 85.588 ton. Hingga awal tahun ini, produksi yang telah tercapai adalah 20.245 ton. "Upaya terus kita lakukan untuk mencapai target produksi 85.588 ton selama 2026. Pada awal 2026 ini sudah tercapai 20.245 ton," ucap Afdal.

Namun, bencana banjir pada akhir November 2025 lalu menyebabkan 1.005 hektare lahan pertanian terdampak dan puluhan hektare lahan padi sawah rusak. "Bantuan dari pemerintah pusat juga telah kita terima untuk memperbaiki sarana pertanian yang ada," kata Afdal.

Strategi Intensifikasi dan Ekstensifikasi

Untuk mencapai target produksi, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Pasaman Barat akan melakukan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi. Upaya intensifikasi meliputi:

  • Optimalisasi lahan dengan memperbaiki indeks pertanaman.
  • Memperkuat sumber daya manusia petani.
  • Mengubah pola pemanfaatan sumber daya yang ada.

"Kami memberikan motivasi kepada petani agar indeks pertanaman bisa ditingkatkan dari satu kali tanam sampai dua kali dan tiga kali setahun," jelas Afdal. Selain itu, sosialisasi mengenai pemilihan benih unggul, pemupukan, dan penggunaan alat pertanian yang meminimalkan modal juga terus dilakukan.

Sementara itu, upaya ekstensifikasi berfokus pada perluasan sawah yang ada. "Daerah sentra padi di Pasaman Barat terletak di Kecamatan Talamau, Kinali, Ranah Batahan dan Gunung Tuleh," papar Afdal. Dengan strategi ini, diharapkan produksi padi dapat meningkat dan ketahanan pangan daerah terjaga.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga