Kementan dan BUMN Bahas Hilirisasi Gambir Sumbar, Soroti Potensi Ekspor Besar
Kementan-BUMN Bahas Hilirisasi Gambir Sumbar

Kementan dan BUMN Bahas Rencana Hilirisasi Gambir Asal Sumatera Barat

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang membahas rencana hilirisasi tanaman gambir yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Pembahasan ini bertujuan untuk memberikan dampak ekonomi yang lebih baik bagi petani dan daerah setempat.

Potensi Besar Gambir Sumbar dalam Pasar Global

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa diskusi dan pemetaan dengan BUMN sedang berlangsung. "Sekarang kita akan diskusikan (gambir). Kita sementara mapping dengan BUMN," ujarnya saat diwawancarai di Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, pada Selasa, 14 April 2026.

Amran menekankan potensi besar tanaman gambir, yang memiliki nama latin uncaria rhynchophylla. Hampir 80 persen pasokan gambir dunia berasal dari dua kabupaten di Sumbar, yaitu Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pesisir Selatan. Hal ini menunjukkan peran strategis provinsi tersebut dalam industri gambir global.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rencana Pembangunan Pabrik Pengolahan Gambir

Dalam kunjungannya ke Sumbar, Amran mengonfirmasi rencana pembangunan pabrik pengolahan gambir di Ranah Minang. Namun, ia belum merinci lokasi pasti pembangunan pabrik tersebut. Rencana ini merupakan bagian dari upaya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk gambir.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menyambut baik rencana tersebut dan mengumumkan bahwa pemerintah akan segera membangun pabrik pengolahan gambir. "Pabrik pengolahan gambir tersebut akan dikelola langsung oleh PT Perkebunan Nusantara IV. Berkemungkinan pabrik pengolahan itu dibangun di daerah Kabupaten Limapuluh Kota yang merupakan sentra gambir nasional," kata Mahyeldi.

Peningkatan Ekspor Gambir dalam Dua Tahun Terakhir

Mahyeldi juga mengungkapkan bahwa Sumbar secara rutin mengekspor gambir ke Asia Selatan, terutama India dan Pakistan. Tren ekspor menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2024, ekspor gambir mencapai 13.482 ton dengan nilai Rp574,7 miliar, naik dibandingkan tahun 2023 yang hanya 11.865 ton.

Rencana hilirisasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Sumbar sebagai produsen gambir utama dunia, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal melalui pengolahan yang lebih bernilai ekonomi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga