Profesor UMS Paparkan Hubungan Harga Minyak Goreng dengan Biodiesel
Kenaikan harga minyak goreng yang terjadi belakangan ini tidak terlepas dari bahan baku utamanya, yaitu crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah. Hal ini diungkapkan oleh Guru Besar Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si.
CPO Sebagai Komponen Kunci dalam Dua Industri
Anton menjelaskan bahwa CPO memiliki peran ganda yang signifikan dalam industri. "Minyak goreng bahan utamanya adalah CPO. Lalu, CPO kita itu juga bahan utama untuk campuran dari biodiesel," paparnya dalam keterangan yang diberikan pada Rabu, 8 April 2026.
Dengan kata lain, minyak sawit mentah ini tidak hanya digunakan sebagai bahan baku utama dalam produksi minyak goreng yang dikonsumsi sehari-hari, tetapi juga menjadi komponen penting dalam campuran biodiesel. Hal ini menciptakan persaingan permintaan antara dua sektor tersebut.
Dampak Permintaan Biodiesel terhadap Harga
Peningkatan penggunaan CPO untuk biodiesel dapat mempengaruhi ketersediaan dan harga bahan baku untuk minyak goreng. Anton menekankan bahwa ketika permintaan untuk biodiesel naik, tekanan pada pasokan CPO juga meningkat, yang pada gilirannya dapat mendorong harga minyak goreng menjadi lebih tinggi.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana kebijakan energi dan kebutuhan konsumsi rumah tangga saling terkait dalam pasar komoditas. Pemahaman ini penting bagi para pemangku kepentingan untuk mengantisipasi fluktuasi harga di masa depan.



