DPR RI Kaisar Salurkan Bantuan Kapal untuk Nelayan Muda Cilacap, Tegaskan Martabat Profesi Bahari
DPR Kaisar Bantu Kapal Nelayan Muda Cilacap, Angkat Martabat Bahari

DPR RI Kaisar Salurkan Bantuan Kapal untuk Nelayan Muda Cilacap, Tegaskan Martabat Profesi Bahari

Anggota DPR RI Kaisar Kiasa Kasih Said Putra melakukan kunjungan daerah pemilihan ke Kabupaten Cilacap pada 15 Februari 2026. Dalam agenda tersebut, Kaisar bersilaturahmi dengan masyarakat pesisir, menyerap aspirasi nelayan, sekaligus menyerahkan bantuan kapal kepada kelompok nelayan setempat. Bantuan tersebut difokuskan untuk mendukung kelompok nelayan, khususnya nelayan muda. Kaisar berharap generasi penerus tetap memiliki kebanggaan dan kepercayaan diri dalam menekuni profesi sebagai pelaut dan pencari nafkah di laut.

Nelayan dan Petani sebagai Fondasi Peradaban

Dalam sambutannya, Kaisar menegaskan bahwa profesi nelayan memiliki peran fundamental dalam kehidupan bangsa. “Nelayan dan petani adalah fondasi peradaban. Tanpa mereka, tidak ada ketahanan pangan dan tidak ada keberlanjutan kehidupan. Profesi ini bukan pekerjaan kelas dua, melainkan profesi yang memiliki sejarah panjang, kehormatan, dan nilai strategis bagi bangsa,” ujar Kaisar. Ia juga menekankan bahwa sebagai negara maritim, Indonesia membutuhkan generasi muda yang siap menjaga dan mengelola laut secara produktif dan berkelanjutan.

Cilacap Dinilai Punya Kekuatan Ekonomi Bahari

Dalam kesempatan tersebut, Kaisar menyoroti potensi geografis Cilacap yang memiliki garis pantai terpanjang di wilayah selatan Pulau Jawa. Menurutnya, potensi ini harus dikelola menjadi kekuatan ekonomi nyata bagi masyarakat. “Cilacap memiliki garis pantai yang cukup panjang di selatan Jawa, ini menjadi kekuatan kita. Pemanfaatannya harus mampu memberikan stimulasi bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Karena itu, profesi nelayan perlu mendapat perhatian serius mulai dari akses permodalan, sarana tangkap, hingga keberlanjutan regenerasi nelayan pada generasi mudanya,” tegasnya.

Data Triwulan 2025 menunjukkan produksi di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap mencapai 38.540,64 ton dengan nilai Rp 1,06 triliun. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan nilai produksi tahun 2024 sebesar Rp 788,4 miliar. Menurut Kaisar, capaian tersebut menjadi bukti bahwa sektor bahari memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi ekonomi lebih tinggi, terutama jika didukung peningkatan teknologi, akses modal, modernisasi alat tangkap, serta penguatan sistem pendukung lainnya.

Nelayan Harap Dukungan Berkelanjutan

Sementara itu, Sekretaris KUB Jala Laut, Tasiwan, mengaku kehadiran Kaisar membawa harapan baru bagi nelayan kecil di Desa Jetis, Cilacap. “Alhamdulillah Mas Kaisar selaku anggota DPR RI datang langsung mendengar aspirasi kami. Bagi kami, bantuan yang diberikan sangat membantu. Terlebih lagi jika aspirasi nelayan kecil bisa sampai ke pemerintah pusat agar kami mendapat perhatian lebih lagi, baik dari sisi teknologi, ketersediaan bahan bakar subsidi, maupun dukungan lainnya,” ujar Tasiwan.

Ia juga menyampaikan bahwa selain persoalan modal dan bahan bakar, kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan besar bagi nelayan. “Cuaca buruk membuat banyak nelayan terpaksa mengurungkan niat untuk berlayar. Ini tentu berdampak langsung pada penghasilan kami,” tambahnya.

Komitmen Kawal Aspirasi Nelayan

Menutup kunjungannya, Kaisar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi nelayan kecil Cilacap dalam kebijakan nasional. Ia menekankan bahwa dukungan terhadap nelayan bukan sekadar program bantuan semata. Menurutnya, perhatian terhadap akses permodalan, subsidi energi, modernisasi alat tangkap, serta perlindungan risiko cuaca ekstrem merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan kedaulatan maritim Indonesia. Dengan langkah tersebut, ia berharap sektor perikanan dapat semakin berdaya dan mampu menjadi tulang punggung ekonomi daerah maupun nasional.