BMKG Ingatkan Ancaman Kemarau Lebih Kering 2026, Puncaknya Agustus
BMKG Ingatkan Ancaman Kemarau Kering 2026, Puncak Agustus

BMKG Ingatkan Ancaman Kemarau Lebih Kering 2026, Puncaknya Agustus

Tim NewsDiterbitkan: 14 Maret 2026, 16:39 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan penting kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewaspadai musim kemarau pada tahun 2026. Musim kemarau tahun ini diprediksi akan berbeda dengan tahun sebelumnya, dengan kondisi yang lebih kering dan berpotensi menimbulkan dampak signifikan.

Perbedaan Sifat Musim Kemarau 2026

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan bahwa musim kemarau 2026 akan lebih kering dibandingkan dengan tahun 2025. "Untuk tahun 2026, sifat curah hujan diprakirakan di bawah normal sehingga musim kemarau diprakirakan lebih kering dibandingkan kondisi normalnya," kata Teguh pada Sabtu (14/3/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Selain itu, BMKG memprakirakan periode musim pancaroba atau transisi dari musim hujan ke kemarau akan terjadi pada April hingga Mei 2026. "Pada masa tersebut masyarakat diimbau mewaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang, termasuk kemungkinan angin puting beliung serta kondisi cuaca yang terasa cukup panas," tambah Teguh, dikutip dari Antara.

Waktu dan Durasi Musim Kemarau

Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau secara bertahap pada April hingga Juni 2026. Musim kemarau diprediksi lebih dulu muncul di wilayah Nusa Tenggara, kemudian meluas ke berbagai daerah lain di Indonesia.

  • Awal musim kemarau tahun ini diperkirakan datang lebih cepat dari biasanya di banyak wilayah.
  • Sebagian daerah lainnya diprediksi mengalami waktu yang relatif sama dengan kondisi normal.
  • Selama periode kemarau, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan di bawah normal atau lebih kering dibandingkan biasanya.
  • Kondisi ini berpotensi membuat cuaca terasa lebih panas dan kering di berbagai daerah.

Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia. Bahkan, di banyak daerah puncak kemarau diperkirakan datang lebih awal dari biasanya. Selain itu, musim kemarau tahun ini juga diprediksi berlangsung lebih panjang di lebih dari separuh wilayah Indonesia, sehingga masyarakat diimbau untuk bersiap menghadapi periode kering yang lebih lama.

Detail Musim Kemarau di Jawa Tengah

Teguh Wardoyo memberikan rincian lebih lanjut mengenai musim kemarau di wilayah selatan Jawa Tengah:

  1. Kabupaten Cilacap: Awal kemarau diperkirakan terjadi pada Mei dasarian kedua. Wilayah pesisir tenggara seperti Kecamatan Binangun dan Kecamatan Nusawungu diprediksi lebih dulu memasuki musim kemarau, yakni pada Mei dasarian pertama. Durasi musim kemarau di Cilacap diperkirakan berlangsung sekitar 14–18 dasarian atau sekitar 140–180 hari dengan sifat di bawah normal.
  2. Kabupaten Banyumas: Awal musim kemarau diperkirakan terjadi secara bertahap. Wilayah tenggara diprediksi mulai memasuki kemarau pada Mei dasarian pertama, diikuti wilayah barat daya dan selatan pada Mei dasarian kedua, serta wilayah utara dan tengah pada Juni dasarian kedua. Durasi kemarau sekitar 11–18 dasarian atau 110–180 hari dengan sifat di bawah normal, dan puncaknya pada Agustus 2026.
  3. Kabupaten Purbalingga: Awal musim kemarau diprediksi terjadi pada Juni dasarian pertama di wilayah utara, kemudian disusul wilayah barat laut dan selatan pada Juni dasarian kedua. Durasi kemarau sekitar 12 dasarian atau sekitar 120 hari dengan sifat di bawah normal, dan puncaknya juga pada Agustus 2026.

BMKG menekankan pentingnya antisipasi dini terhadap potensi kekeringan dan cuaca ekstrem selama musim kemarau 2026 ini. Masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi kondisi yang lebih kering dan panas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga