Aiptu Ngurah Rai Bina Petani di Jembrana, Diusulkan untuk Hoegeng Awards 2026
Aiptu I Gusti Ngurah Rai Antanegara, Ps Kasium Polsek Kota Jembrana, menunjukkan komitmen luar biasa di bidang pertanian di Kabupaten Jembrana, Bali. Tidak hanya menjalankan tugas kepolisian, dia aktif membina petani setempat untuk meningkatkan hasil panen dan penjualan. Atas kepeduliannya ini, Aiptu Ngurah Rai diusulkan sebagai kandidat Hoegeng Awards 2026, sebuah penghargaan bagi polisi teladan. Sebelumnya, dia juga sempat menjadi kandidat Hoegeng Corner 2025.
Peran Aktif dalam Subak dan Pembinaan Petani
I Ketut Tinggalada, warga Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, mengungkapkan bahwa Aiptu Ngurah Rai adalah anggota polisi yang aktif bertani. "Dia termasuk anggota polisi yang orang tuanya petani, jadi dia selaku polisi menyenggangkan waktunya di saat tidak tugas dia ikut juga selaku seorang petani," kata Ketut kepada detikcom. Ketut, yang menjabat sebagai Ketua Subak Pemangket Awen Barat, menjelaskan bahwa Aiptu Ngurah Rai berperan sebagai sekretaris di subak tersebut. Subak adalah organisasi kemasyarakatan yang mengatur irigasi dan urusan pertanian di Bali.
Ketut menekankan peran penting Aiptu Ngurah Rai dalam memastikan penanaman berjalan lancar dan hasil panen optimal. Dia juga membantu mengatasi masalah irigasi yang sebelumnya cenderung dimonopoli. "Kalau dulu memang seperti monopoli pejabat yang lebih dulu, beliau mendampingi saya juga, ya alhamdulillah tidak ada kendala, semua teratasi. Semua bisa difasilitasi berkat beliau juga yang tahu aturan hukum," ujarnya.
Kedisiplinan dan Pengaturan Pupuk Subsidi
Di subak, Aiptu Ngurah Rai dikenal menanamkan kedisiplinan, terutama dalam pembagian pupuk. Ketut menyebut bahwa berkat kehadirannya, petani dapat menerima pupuk subsidi dengan adil dan merata. "Dia tetap menjaga kedisiplinan, misalnya siapa tahu ada beberapa anggota yang tidak memenuhi aturan otomatis dia kena sanksi dan beliau menegaskan sanksi tersebut. Makanya semenjak beliau mendampingi saya, astungkara, tidak ada kendala," jelasnya. Administrasi subak pun menjadi lebih rapi, dengan dokumentasi lengkap dan laporan yang teratur.
Mengubah Sistem Penjualan Hasil Panen
Aiptu Ngurah Rai juga aktif mengajak petani untuk mengubah cara penjualan hasil panen. Dia mengimbau agar tidak menjual ke tengkulak dengan sistem ijon, yang sering merugikan petani. "Kalau dulu dominan selaku petani yang kurang tahu, banyak petani yang masih jual langsung ke tengkulak tapi pada akhirnya tidak sesuai harapan. Tengkulak otomatis ada potongannya dia," ucapnya. Sebagai gantinya, dia dan Ketut mendorong petani menjual langsung ke pabrik dengan harga yang ditetapkan pemerintah, sehingga keuntungan lebih besar.
Dukungan dari Penyuluh Pertanian
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Anggi, mengaku terbantu dengan pembinaan yang diberikan Aiptu Ngurah Rai. "Menurut saya sebagai seorang PPL, Pak Ngurah Rai ini sangat aktif sekali dalam pembinaan ke petani, mungkin karena beliau selain menjabat sebagai Polisi, kesehariannya beliau juga berkecimpung di dunia pertanian," kata Anggi. Dia menambahkan bahwa Aiptu Ngurah Rai aktif dalam sosialisasi dan pengawasan distribusi pupuk bersubsidi, serta mendorong petani untuk tidak bergantung pada tengkulak.
Awal Mula dan Dampak Positif
Aiptu Ngurah Rai memulai aksinya di bidang pertanian sejak 2009, dengan fokus mengatasi masalah seperti kesulitan solar dan penyelewengan pupuk. "Tujuan saya ke pertanian awalnya waktu itu sulitnya mencari solar untuk petani. Saya ingin mengawal terkait pupuk bersubsidi pemerintah agar tidak terjadi penyelewengan," ungkapnya. Saat ini, dia membina 8 kelompok tani dengan total sekitar 200 anggota dan lahan seluas 150 hektare. Upayanya telah meningkatkan perekonomian petani, dengan hasil panen padi mencapai Rp 20 juta per hektare dan tanaman hortikultura seperti cabai menghasilkan hingga Rp 70 juta.
Dia menguasai ilmu pertanian dari orang tuanya yang juga petani, dan berkomitmen untuk mendidik petani agar lebih modern. "Saya selain menjadi anggota Polri, setelah anggota kepolisian, sorenya saya bertani, terjun langsung. Selain untuk membantu petani yang lain saya juga memberikan edukasi," pungkas Aiptu Ngurah Rai. Dedikasinya ini tidak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga membawa harapan baru bagi masyarakat Jembrana.



