Proyeksi Keramaian Pasar Tanah Abang di Bulan Ramadan 2026: 30 Ribu Pengunjung
Liputan6.com, Jakarta - Pengelola Pasar Blok A Tanah Abang, Hery Supriyatna, memproyeksikan lonjakan signifikan jumlah pengunjung selama bulan Ramadan 2026. Peningkatan ini diperkirakan akan dimulai pada awal Maret, tepatnya sekitar 4 Maret, dan berlanjut hingga hari sebelum Lebaran.
Prediksi Berdasarkan Data Tahun Sebelumnya
Menurut Hery, prediksi ini didasarkan pada pola keramaian di tahun 2025, di mana peningkatan kunjungan terjadi sejak dua pekan menjelang Idul Fitri. Saat itu, rata-rata kunjungan harian mencapai 40-45 ribu orang. Untuk Ramadan 2026, dia memperkirakan pengunjung bisa melebihi 30 ribu orang per hari.
"Pengunjung minggu pertama di bulan Ramadhan ini masih seperti hari normal biasanya. Peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan kami perkirakan di awal Maret, kira-kira 4 Maret sampai dengan H-1 Lebaran," ujar Hery di Jakarta, Minggu (22/2/2026).
Antisipasi Pemprov DKI Jakarta
Menyikapi proyeksi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengambil langkah-langkah antisipatif. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, beberapa hari lalu mengunjungi Tanah Abang untuk memastikan pelayanan maksimal dalam menghadapi lonjakan pengunjung.
Rano menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memberantas parkir liar di kawasan tersebut. "Tak ada ruang untuk parkir liar karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen memberantas dan menertibkan semua parkir liar," kata Hery menyampaikan pesan dari Rano.
Sebelumnya, Rano mengakui bahwa kondisi semrawut di Tanah Abang pada awal Ramadan adalah hal yang lazim terjadi setiap tahun. Namun, ia memastikan bahwa penertiban telah dimulai. "Tapi Insyaallah jukir juga di Tanah Abang sudah mulai ditertibkan. Pasar-pasar sudah mulai dirapikan," ungkap Rano di Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (18/2/2026).
Peran Penting Tanah Abang bagi Ekonomi Jakarta
Rano, yang juga merupakan politikus PDI Perjuangan, menyoroti peran sentral Pasar Tanah Abang dalam menggerakkan roda ekonomi ibu kota. Ia mengaku merasa senang melihat keramaian di Tanah Abang, terutama selama perayaan hari-hari besar keagamaan.
"Sempat ekonomi Jakarta terganggu. Tapi yang namanya pasar Tanah Abang, kita memberikan dukungan besar. Kenapa? Itulah sentra ekonomi terbesar di Jakarta," katanya.
Ia menambahkan bahwa aktivitas jual beli di Tanah Abang berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta. "Hari ini coba kita lihat di TV, semalam saya begitu lihat di TV, bahagia saya. Orang ke pasar Tanah Abang tahu mau belanja apa tidak, rame," ucap Rano.
Transformasi Digital di Kalangan Pedagang
Selain itu, Rano juga menyoroti perubahan pola dagang para pedagang Tanah Abang yang mulai memanfaatkan platform digital. Dia menilai hal ini sebagai perkembangan positif di tengah pesatnya kemajuan teknologi.
"Bahkan ibu-ibu yang jualan sekarang udah pakai jualan pakai TikTok. Karena memang kita mesti sadar, memang begitu sekarang medianya," kata Rano.
Perubahan ini menunjukkan adaptasi para pedagang terhadap tren digital, yang diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatan.
Dengan proyeksi keramaian yang tinggi dan langkah antisipatif dari pemerintah, Pasar Tanah Abang dipersiapkan untuk menyambut bulan Ramadan 2026 dengan lebih tertib dan nyaman bagi semua pengunjung dan pedagang.