Harga Emas Batangan Stagnan di Akhir Februari, Antam Tetap di Level Rp 3,045 Juta
Pada akhir bulan Februari 2026, tepatnya di pagi hari, harga emas batangan di pasar domestik Indonesia tidak menunjukkan pergerakan signifikan. Berdasarkan pantauan yang dilakukan pada Sabtu, 28 Februari 2026, nilai emas dari berbagai merek populer, termasuk produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan Galeri24, terpantau stagnan atau tidak berubah.
Tren Mendatar di Seluruh Kanal Penjualan
Tren harga yang mendatar ini terlihat merata di berbagai kanal penjualan, baik melalui gerai fisik maupun platform digital. Sebagai contoh, harga emas batangan Antam tidak bergerak dari level Rp 3.045.000 per gram sejak perdagangan pada hari sebelumnya, yaitu Jumat, 27 Februari 2026. Kondisi ini mencerminkan stabilitas sementara di pasar emas domestik, yang mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi global atau sentimen investor lokal.
Stagnasi harga ini terjadi di tengah fluktuasi pasar keuangan dunia, namun emas batangan tetap menjadi pilihan investasi yang diminati banyak orang di Indonesia. Para analis mencatat bahwa ketidakpastian ekonomi dapat mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven, meskipun dalam jangka pendek harganya cenderung stabil.
Selain Antam, merek-merek emas batangan lainnya juga menunjukkan pola serupa, dengan harga yang tidak mengalami kenaikan atau penurunan berarti. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar domestik sedang dalam fase konsolidasi, di mana pembeli dan penjual mungkin menunggu sinyal lebih jelas sebelum mengambil keputusan investasi.
Para pelaku pasar, termasuk investor ritel dan institusi, terus memantau perkembangan harga emas ini, mengingat perannya sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak ekonomi. Dengan harga yang stagnan, peluang untuk membeli emas di level saat ini bisa menjadi pertimbangan bagi mereka yang ingin diversifikasi portofolio.
