Industri Furnitur Nasional Hadapi Tantangan Geopolitik, Tetap Ekspansi di IFEX 2026
TANGERANG – Industri furnitur dan kerajinan kayu nasional kembali menghadapi ujian berat akibat gejolak geopolitik global yang semakin tidak menentu. Situasi ini diperparah oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, menciptakan ketidakpastian di pasar internasional.
Target Ekspansi Agresif di Tengah Tantangan
Namun, di tengah kondisi yang penuh tantangan ini, para pelaku industri justru menunjukkan sikap optimis dengan memasang target ekspansi yang lebih agresif. Hal ini terlihat dalam ajang Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026 yang resmi dibuka di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, pada Kamis (5/3/2026).
Pameran yang diselenggarakan oleh Dyandra Promosindo bersama Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) ini merupakan edisi ke-11 dan menjadi ajang penting bagi Indonesia untuk membuktikan ketahanan serta daya saingnya di pasar global. Para eksportir dan produsen lokal bertekad untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga memperluas pangsa pasar mereka.
IFEX 2026 sebagai Momentum Kebangkitan
IFEX 2026 diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan industri furnitur nasional. Pameran ini tidak hanya menampilkan produk-produk berkualitas tinggi, tetapi juga menjadi platform untuk menjalin kemitraan strategis dengan pembeli internasional. Dengan fokus pada inovasi desain dan keberlanjutan, industri berupaya menarik minat pasar global meskipun situasi geopolitik sedang tidak stabil.
Para peserta pameran menyatakan bahwa mereka telah mempersiapkan strategi khusus untuk mengatasi dampak gejolak geopolitik, termasuk diversifikasi pasar dan peningkatan efisiensi produksi. Hal ini menunjukkan bahwa industri furnitur Indonesia siap menghadapi tantangan dengan langkah-langkah konkret.
