Warga Kembali Mancing di Sungai Cisadane Meski Tercemar Pestisida
Warga Mancing di Cisadane yang Tercemar Pestisida

Warga Kembali Mancing di Sungai Cisadane Meski Tercemar Pestisida

Sejumlah warga di Kota Tangerang kembali memancing ikan di Sungai Cisadane, meskipun sungai tersebut diketahui tercemar akibat kebakaran gudang pabrik pestisida. Pantauan di lokasi pada Jumat, 13 Februari 2026 sekitar pukul 16.30 WIB menunjukkan aktivitas warga yang mengaitkan alat pancing mereka ke pagar sungai, dengan pemancing terlihat di kedua sisi aliran air.

Aktivitas Mancing untuk Iseng dan Isi Waktu Luang

Salah satu warga, Wahyu (54), mengaku kembali memancing setelah mendengar bahwa PDAM Tirta Benteng telah kembali mendistribusikan air bersih ke masyarakat. "Sekarang mah udah pada udah ini (memancing), kayak PDAM kota udah ini kan, udah ngalir," ujarnya. Wahyu menjelaskan bahwa dia memancing hanya untuk menghabiskan waktu luang, dan hingga hari ini belum berhasil mendapatkan ikan.

Wahyu menambahkan, "Ya mancing buat iseng-iseng udah habis kali ikannya. Ikannya mati semua. Iseng-iseng aja lah ya. Daripada di rumah diem, ya kan? Bengong, udah." Warga lain, Roni (52), menyebutkan bahwa Sungai Cisadane biasanya ramai dikunjungi pemancing, terutama pada akhir pekan, tetapi pencemaran sempat menghentikan aktivitas tersebut.

Dampak Kebakaran Gudang Pestisida pada Sungai

Kebakaran terjadi di pabrik pestisida di Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, pada Senin, 9 Februari 2026. Petugas pemadam kebakaran harus menggunakan dua truk pasir untuk memadamkan api yang berasal dari bahan kimia, dengan proses pemadaman memakan waktu hingga tujuh jam. Insiden ini tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, tetapi juga mencemari air Sungai Cisadane.

Akibat pencemaran, banyak ikan di sungai ditemukan mati, dan air berubah warna menjadi putih. Meski demikian, beberapa warga tetap nekat memancing, meski sering kali tidak mendapatkan hasil. Roni menambahkan, "Wah bukan banyak-banyak lagi mah kalau bukan kejadian kemarin. Tiap Sabtu-Minggu pasti penuh."

Kondisi ini mengundang keprihatinan atas keselamatan dan kesehatan warga yang masih beraktivitas di sekitar sungai yang tercemar. Pihak berwenang telah memeriksa tujuh saksi terkait kebakaran gudang pestisida, sementara masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya dari pencemaran lingkungan ini.