Pelancong Malaysia Terinspirasi TikTok Ikut 'War' Takjil di Benhil
Fenomena 'war' takjil di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, ternyata tidak hanya menarik minat warga lokal. Seorang pelancong asal Malaysia turut serta dalam keramaian perburuan takjil tersebut, terinspirasi oleh konten viral yang dilihatnya di platform media sosial TikTok.
Perjalanan Khusus dari Negeri Jiran
Nakiudin, pria asal Selangor, Malaysia, dengan sengaja melakukan perjalanan ke Indonesia khusus untuk merasakan pengalaman 'war' takjil di Benhil. Dalam keterangannya di lokasi pada Sabtu (7/3/2026), dia mengaku tertarik setelah menyaksikan berbagai video yang berseliweran di TikTok.
"Iya betul saya ikut war takjil. Hari ini saya khusus datang dari Malaysia ke Indonesia untuk berburu takjil," ungkap Nakiudin kepada awak media. Dia menambahkan, "Sebelum datang ke sini, saya tertarik melihat bazar berburu takjil di Bendungan Hilir atau Benhil. Karena itu saya datang ke sini, setelah melihatnya di TikTok."
Hasil Perburuan Takjil yang Unik
Dari petualangan kuliner Ramadannya, Nakiudin berhasil membeli dua jenis takjil khas Indonesia:
- Es Pisang Hijau dari Makassar
- Bubur Kampiun asal Sumatera Barat
Menariknya, meskipun es pisang hijau juga tersedia di Malaysia, Nakiudin penasaran dengan cita rasa versi original yang disajikan di negara asalnya. "Di Malaysia pun ada yang jual es hijau, tapi kita mau rasa yang original di sini," jelasnya.
Fenomena Digital yang Menarik Wisatawan
Kasus ini menunjukkan bagaimana konten digital di platform seperti TikTok dapat menjadi daya tarik wisata yang signifikan. Video-video viral tentang 'war' takjil di Benhil tidak hanya populer di kalangan masyarakat Indonesia, tetapi juga menarik perhatian wisatawan mancanegara.
Fenomena ini terjadi meskipun terdapat laporan bahwa beberapa penjual di lokasi mengeluhkan penurunan omzet selama Ramadan. Namun, antusiasme pengunjung seperti Nakiudin membuktikan bahwa daya tarik pengalaman kuliner dan tradisi Ramadhan tetap kuat.
Keikutsertaan pelancong Malaysia dalam 'war' takjil ini menambah warna dalam tradisi Ramadhan di Ibu Kota, sekaligus menunjukkan potensi pariwisata kuliner yang dapat dikembangkan melalui konten digital.
