Rayakan Hari Perempuan Internasional, Rosita Istiawan Buktikan Perempuan Bisa Bangun Hutan
Rosita Istiawan Buktikan Perempuan Bisa Bangun Hutan

Rayakan Hari Perempuan Internasional, Rosita Istiawan Buktikan Perempuan Bisa Bangun Hutan

International Women's Day 2026 menjadi momen spesial bagi Rosita Istiawan, sosok yang dijuluki "Ibu Hutan Rimba", untuk menunjukkan dedikasinya dalam merawat 30 hektare Hutan Organik Megamendung. Perempuan tangguh ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukanlah domain eksklusif laki-laki, melainkan bisa diwujudkan oleh siapa saja dengan komitmen dan kasih sayang.

Perjalanan 25 Tahun Menghijaukan Megamendung

Rosita Istiawan memulai perjalanan panjangnya dari kegelisahan melihat hutan yang semakin terkikis oleh pembangunan di kawasan Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Selama seperempat abad, ia telah mendedikasikan hidupnya untuk "turun gunung" dan merawat ekosistem yang terancam tersebut. Dalam acara Talk Show "Rooted in Purpose: Women Shaping Climate Outcomes" pada Selasa, 10 Februari 2026, Rosita dengan penuh semangat menegaskan bahwa perempuan juga mampu melakukan aksi nyata bagi dunia.

"Ternyata alhamdulillah kita seorang perempuan nih, ini hari perempuan nih, juga bisa. Ternyata itu. Makanya dari masyarakat, dari 2.000 meter sampai 30 hektare tidak sekaligus, tetapi mencicil," ungkap Rosita. Ia menekankan bahwa banyak program penghijauan di Indonesia yang gagal karena kurangnya kasih sayang dalam merawat. "Kita akan tunjukkan bahwa kita bisa membuat hutan. Tapi asal satu, komitmen dan tanam rawat, jangan tanam tinggal. Karena di Indonesia ini penghijauan apapun kebanyakan tanam tinggal. Ayo kita sama-sama kalau tanaman kita tanam rawat, itu pasti berhasil," tegasnya.

Sentuhan Kasih Sayang dan Komunikasi dengan Alam

Keberhasilan Rosita dalam mengumpulkan pohon endemik, termasuk meranti dari seluruh Indonesia, menjadi bukti nyata bahwa tangan dingin seorang perempuan mampu memberikan dampak besar bagi keberlangsungan hidup. Ia menerapkan pendekatan unik yang mendalam, percaya bahwa alam memiliki nyawa yang bisa merasakan energi dari perawatnya.

Pendekatan ini selaras dengan sisi kelembutan perempuan yang mampu memberikan afirmasi positif pada lingkungan sekitarnya. Rosita tidak segan-segan berkomunikasi secara batin dengan tanaman yang ia tanam sejak puluhan tahun lalu. "Pohonnya diajar ngomong, ya kan? Ya, pesannya itu. Jadinya, kamu tahu gak? Kita itu sama-sama punya nyawa dan karisma, pohon punya nyawa dan karisma. Jadi, kita ajak ngomong," cerita Rosita.

Baginya, rahasia kesuburan hutan yang ia kelola terletak pada hubungan emosional tersebut. Ia ingin menularkan semangat ini kepada orang lain agar tidak hanya melihat pohon sebagai benda mati, tetapi sebagai makhluk yang memberikan kehidupan. Di hari spesial bagi perempuan ini, ia menekankan bahwa 'tangan panas' hanyalah mitos, yang sebenarnya dibutuhkan adalah ketulusan dalam merawat.

Komitmen Keluarga sebagai Fondasi Utama

Rosita juga menegaskan bahwa peran perempuan dalam pelestarian lingkungan tidak bisa dilepaskan dari dukungan keluarga. Menurutnya, harmoni di dalam rumah tangga adalah bahan bakar untuk mencapai keberhasilan di luar rumah, termasuk dalam menjaga hutan seluas 30 hektare. Visi yang sama antara anggota keluarga membuat perjuangan merawat lahan kritis menjadi lebih ringan dan terarah.

"Harus komitmen dengan keluarga, tanpa keluarga tidak akan berhasil, komitmen itu juga harus ditunjukkan," pesan Rosita. Ia meyakini bahwa perubahan perilaku terhadap lingkungan harus dimulai dari unit terkecil masyarakat. Di tengah pesatnya pembangunan villa dan komersialisasi di kawasan Puncak, Rosita tetap berdiri teguh menjaga jalurnya.

Ia berharap kebijaksanaan pemimpin ke depan dapat mendukung gerakan-gerakan swadaya seperti ini. "Yang penting mulai dari diri kita itu mencintai. Pesannya juga, cintai lingkungan ini, Indonesia sudah hancur, kita sama-sama hijaukan kembali," pungkasnya menutup diskusi. Kisah Rosita adalah pengingat di Hari Perempuan Internasional bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang konsisten dan penuh cinta dari dalam keluarga.