Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggratiskan seluruh moda transportasi umum serta sejumlah destinasi wisata milik pemprov selama lima hari berturut-turut dalam rangka perayaan 5 abad Kota Jakarta pada tahun depan. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara Investor Daily Round Table di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).
Transportasi dan Wisata Gratis Lima Hari
Pramono menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk komitmen Pemprov untuk menyambut HUT ke-500 Jakarta. Seluruh moda transportasi publik yang dikelola oleh Pemprov, seperti TransJakarta (TJ), MRT, dan lainnya, akan digratiskan selama lima hari penuh. "Untuk tahun depan pun saya sudah berpikir apa yang akan saya berikan untuk lima abad Jakarta. Sederhana saja, lima hari berturut-turut pas tanggal ulang tahun Jakarta, semua hal yang berkaitan dengan transportasi di Jakarta kita gratiskan," kata Pramono.
Tidak hanya transportasi, sejumlah tempat wisata juga akan dibuka gratis, termasuk Taman Margasatwa Ragunan, Monumen Nasional (Monas), Ancol, museum-museum milik pemprov, serta gelanggang olahraga (GOR). "Termasuk kemudian Ragunan, Monas, Ancol, museum-museum yang ada, serta GOR-GOR yang ada kita gratiskan. Dan itulah yang membuat orang makin banyak datang ke Jakarta," ujarnya.
Rekor Pengunjung dan Dampak Ekonomi
Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari program transportasi gratis yang telah diterapkan saat perayaan HUT Jakarta sebelumnya. Pramono menilai program tersebut berhasil mendongkrak jumlah wisatawan dan perputaran ekonomi. Pada HUT Jakarta tahun ini, sejumlah destinasi wisata mencatatkan rekor pengunjung. Taman Margasatwa Ragunan misalnya, dikunjungi 135.500 orang dalam sehari. "Ragunan kemarin memecahkan rekor, pengunjungnya mencapai 135.500 orang. Kemudian, Ancol juga memecahkan rekor. Yang membuat saya bahagia, museum yang selama ini tidak pernah didatangi, masing-masing ada yang dikunjungi sampai 30 ribu orang," jelas Pramono.
Berlaku untuk Seluruh KTP Indonesia
Pramono menegaskan bahwa program gratis ini tidak hanya untuk warga ber-KTP Jakarta, melainkan juga untuk seluruh masyarakat Indonesia. Ia ingin perayaan 500 tahun Jakarta dapat dinikmati oleh semua orang. "Oleh karena itu, kemudian saya mengubahnya dari KTP Jakarta menjadi KTP seluruh Indonesia. Untuk nanti lima hari berturut-turut, tanggalnya akan kami tentukan, saya akan membebaskan biaya bagi pemilik KTP seluruh Indonesia. Kenapa? Supaya pada saat libur sekolah, jika mereka datang ke Jakarta, ini bisa menjadi sarana hiburan, apalagi transportasinya gratis," tuturnya.
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta, sekaligus memeriahkan perayaan lima abad kota tersebut.



