Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengumumkan bahwa peserta Program Magang Nasional (PMN) 2026 akan menerima gaji sebesar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, tergantung pada upah minimum kabupaten/kota tempat peserta bekerja. Pengumuman ini disampaikan melalui unggahan di akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet pada Selasa (30/6).
Rincian Gaji dan Data Penyerapan Tenaga Kerja
Menurut Teddy, besaran gaji peserta magang disesuaikan dengan upah minimum setempat. "Selama mengikuti magang, para peserta mendapatkan gaji sekitar Rp3,5 sampai Rp6 juta per-bulan tergantung upah minimum Kabupaten/Kota tempat ia bekerja," jelasnya. Selain itu, ia mengungkapkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tahun 2025 menunjukkan bahwa dari 100 ribu peserta PMN, sekitar 30 persen atau 30 ribu peserta langsung diterima sebagai pekerja tetap setelah program selesai. Sementara itu, 30 persen lainnya masih menunggu panggilan kerja dalam 2-3 bulan ke depan.
Program sebagai Jembatan Karier bagi Lulusan
Teddy menekankan bahwa angka tersebut membuktikan PMN efektif menjadi jembatan bagi mahasiswa lulusan S1 untuk langsung bekerja dan memperoleh penghasilan. "Artinya program ini juga adalah jembatan nyata bagi mahasiswa yang lulus untuk dapat langsung bekerja dan mendapat penghasilan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa salah satu pekerjaan rumah pemerintah selama ini adalah memastikan lulusan S1 bisa segera mendapatkan pekerjaan dan penghasilan setelah lulus.
Ekspansi Peserta dan Inklusivitas
Pada tahun 2026, program ini tidak hanya merekrut lulusan S1, tetapi juga dari kalangan profesi dan penyandang disabilitas. Teddy menyebutkan bahwa pada tahun 2025, sebanyak 100 ribu peserta telah magang di 8.800 perusahaan swasta dan BUMN. Jumlah ini meningkat menjadi 150 ribu peserta pada tahun 2026. "Tahun 2025 lalu, sudah 100 ribu peserta Magang di 8.800 perusahaan swasta & BUMN, dan tahun ini naik menjadi 150 ribu peserta," paparnya.
Dampak dan Harapan ke Depan
Dengan peningkatan jumlah peserta dan tingkat penyerapan tenaga kerja yang signifikan, pemerintah berharap PMN dapat terus menjadi solusi untuk mengurangi pengangguran terdidik. Program ini juga diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan dunia industri, sehingga lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.



