Menpar Usul Tambahan Anggaran Rp 1,99 Triliun, Singgung Target Devisa Pariwisata
Komisi VII DPR menggelar rapat kerja dengan Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana untuk membahas anggaran kementerian. Dalam rapat tersebut, Menpar Widiyanti mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 1,99 triliun.
Rapat digelar di Komisi VII DPR, Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026). Menpar Widiyanti awalnya menjelaskan adanya penurunan pagu indikatif Kemenpar dari tahun ke tahun.
“Sejak 2016 hingga tahun 2027 terlihat bahwa kembali pagu indikatif 2027 sebesar Rp 1,01 triliun berada jauh di bawah tren historis anggaran Kemenpar, pernah mencapai Rp 5,41 triliun, umumnya berada di kisaran Rp 3 triliun, pagu indikatif 2027 berada di bawah nominal tersebut,” kata Widiyanti saat pemaparan.
Widiyanti memandang untuk Kemenpar bisa bekerja optimal, maka membutuhkan anggaran hingga Rp 3 triliun.
“Kami menilai bahwa untuk dapat bekerja secara optimal dan mampu memberi dampak ekonomi yang maksimal bagi perekonomian nasional, Kemenpar memerlukan anggaran sebesar Rp 3 triliun, sehingga dengan anggaran pagu indikatif Rp 1,01 triliun Kemenpar ajukan kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp 1,99 triliun yang telah kami sampaikan pada trilateral meeting dengan Bappenas dan Kemenkeu,” ucap dia.
Widiyanti menuturkan penurunan anggaran Kemenpar menjadi paradoks. Pasalnya, lanjut dia, tuntutan terhadap Kemenpar terus meningkat.
“Kondisi penurunan anggaran jadi paradoks di tengah kontribusi dan tuntutan target sektor Pariwisata yang terus meningkat, Kemenpar tidak diberikan sumber daya yang mumpuni untuk mencapai target tersebut,” jelas dia.
Ia bahkan menyinggung target devisa negara dari sektor pariwisata pada 2027 mencapai Rp 506 triliun.
“Terlepas keterbatasan anggaran Kemenpar berkomitmen memastikan setiap rupiah anggaran memberi dampak optimal untuk pembangunan sektor pariwisata,” imbuh dia.



