Program konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat yang digagas PT PLN Indonesia Power (PLN IP) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali melalui program Pesraman Agung memberikan dampak positif bagi warga sekitar Hutan Bambu Sandan, Tabanan, Bali. Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menyatakan bahwa program ini dirancang sebagai model pemberdayaan berbasis konservasi hutan lindung yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi secara menyeluruh.
Kolaborasi Multi-Pihak untuk Dampak Nyata
Menurut Bernadus, program ini melibatkan kolaborasi 17 pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, komunitas, hingga sektor swasta. Kolaborasi ini berhasil memberikan dampak nyata bagi masyarakat penjaga hutan di sekitar kawasan. "Kami percaya bahwa keberhasilan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan di sekitarnya. Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa transisi energi yang berkelanjutan harus inklusif dan menyentuh kehidupan nyata masyarakat," ujar Bernadus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Akses Air Bersih dan Irigasi yang Berkeadilan
Salah satu keberhasilan utama program ini adalah terwujudnya akses air yang berkeadilan bagi masyarakat. Sebanyak 55 kepala keluarga kini menikmati akses air bersih, sementara 86 petak lahan pertanian seluas 74 hektare mendapatkan akses irigasi yang memadai. Inovasi teknologi berupa hybrid water pump system dan pompa hidran menjadi tulang punggung sistem pengelolaan air yang berkelanjutan, menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses.
Kontribusi Lingkungan dan Penyerapan Karbon
Dari aspek lingkungan, Hutan Bambu Sandan telah berkontribusi dalam penyerapan karbon hingga 42.875,81 ton CO2. Program ini juga melakukan penanaman dan pengayaan vegetasi melalui ratusan bibit bambu dan pohon buah untuk mendukung pemulihan ekosistem hutan lindung. Sebanyak 253 petani turut merasakan manfaat dari program adaptasi dan ketahanan terhadap perubahan iklim yang dijalankan secara terpadu.
Diversifikasi Ekonomi dan Pelestarian Budaya
Program Pesraman Agung juga mendorong diversifikasi ekonomi masyarakat melalui pengembangan kerajinan dan anyaman bambu, wisata edukasi, pertanian, serta peternakan. Pemanfaatan material bekas perusahaan seperti palet kayu dan pelet sampah turut memperkuat prinsip ekonomi sirkular dalam program ini. Selain itu, program ini secara aktif mendorong pelestarian nilai budaya Bali sekaligus melahirkan kader-kader penggerak lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Edukasi dan Penelitian di Hutan Bambu
Hingga saat ini, lebih dari 200 orang telah memanfaatkan kawasan Hutan Bambu Sandan sebagai lokasi edukasi, konservasi, dan penelitian, menegaskan posisi program ini sebagai model rujukan pemberdayaan berbasis lingkungan di Bali. "Melalui Program Pesraman Agung, PLN Indonesia Power terus memperkuat perannya sebagai pelopor transisi energi yang berkelanjutan dan inklusif, sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Sustainable Development Goals (SDGs)," pungkas Bernadus.



