InJourney Integrasikan 6 Lini Bisnis untuk Dongkrak Ekosistem Aviasi dan Pariwisata
InJourney Satukan 6 Lini Bisnis untuk Dongkrak Pariwisata

InJourney Perkuat Integrasi 6 Lini Bisnis untuk Dongkrak Ekosistem Aviasi dan Pariwisata

Holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney, terus berupaya memperkuat integrasi enam lini bisnisnya. Langkah ini bertujuan membangun ekosistem yang terhubung dan berkelanjutan, yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Strategi Integrasi Menghadapi Tantangan Besar

CEO InJourney, Maya Watono, mengungkapkan bahwa enam lini bisnis tersebut mencakup kebandarudaraan, aviation services, pengelolaan destinasi wisata, pengembangan kawasan pariwisata, perhotelan, dan retail. Ia menekankan bahwa tantangan integrasi cukup besar karena masing-masing lini memiliki karakteristik yang berbeda.

"Integrasi menjadi tantangan utama sejak awal pembentukan holding pada tahun 2022," ujar Maya dalam program Blak-blakan detikcom pada 30 Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa langkah strategis dimulai dari evaluasi fundamental bisnis, penyehatan keuangan, hingga konsolidasi dan standardisasi operasional.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penggabungan Bandara dan Transformasi Budaya Kerja

Salah satu tonggak penting dalam integrasi ini adalah penggabungan Angkasa Pura I dan II menjadi satu entitas. Hal ini memungkinkan standarisasi layanan dan transformasi menyeluruh di 37 bandara yang dikelola InJourney. "Bandara menjadi pintu masuk awal wisatawan ke Indonesia, sehingga transformasi ini sangat krusial," tambah Maya.

Selain fokus pada infrastruktur, InJourney juga mendorong perubahan budaya kerja dengan menanamkan visi bersama sebagai "agent of development" dan mengedepankan nilai gotong royong. Pendekatan ini bertujuan menghilangkan silo antar lini bisnis dan menciptakan sinergi yang saling menguatkan dalam satu ekosistem.

Hasil Integrasi Mulai Terlihat

Maya menyatakan bahwa integrasi tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Bandara kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat transit, tetapi juga menjadi ruang aktivitas dengan peningkatan nilai ekonomi. "Terlihat dari naiknya belanja per penumpang di bandara-bandara kami," ujarnya.

Selain itu, transformasi di sektor hotel dan destinasi wisata turut berkontribusi dalam mendorong daya tarik pariwisata Indonesia. InJourney berkomitmen untuk terus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata kelas dunia melalui strategi integrasi yang holistik.

Dengan langkah-langkah ini, InJourney berharap dapat menciptakan ekosistem aviasi dan pariwisata yang lebih efisien dan kompetitif, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga