Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo kembali dilanda duka yang mendalam. Setelah kehilangan anak harimau Benggala pertama, Hara, yang berusia enam bulan, kini saudaranya, Huru, dengan usia yang sama, juga dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis, 26 Maret 2026, hanya berselang dua hari setelah kematian Hara, sehingga menimbulkan gelombang keprihatinan publik terkait kondisi kesehatan dan perawatan satwa di lokasi tersebut.
Konfirmasi Resmi dari BBKSDA Jawa Barat
Kabar duka ini telah dikonfirmasi secara resmi oleh Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Eri Mildranaya. Dalam pernyataannya, Mildranaya menyatakan bahwa kedua anak harimau Benggala tersebut sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif di fasilitas kebun binatang. Namun, upaya penyelamatan itu tidak berhasil, dan Huru akhirnya menyusul Hara dalam waktu yang sangat singkat.
Dampak dan Tanggapan Publik
Kematian berturut-turut dua anak harimau Benggala ini telah memicu perhatian luas dari berbagai kalangan, termasuk pecinta satwa dan organisasi konservasi. Banyak yang mempertanyakan faktor-faktor penyebab kematian, seperti kondisi lingkungan, perawatan kesehatan, atau kemungkinan penyakit yang menyerang satwa langka tersebut. Insiden ini juga mengingatkan akan pentingnya pengawasan ketat dan standar perawatan yang tinggi di kebun binatang untuk memastikan kesejahteraan satwa.
Bandung Zoo, yang merupakan salah satu destinasi wisata edukatif di Jawa Barat, kini diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap protokol kesehatan satwanya. Hal ini bertujuan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga konservasi. Sementara itu, duka cita terus menyelimuti pengelola dan pengunjung setia kebun binatang tersebut.



