Survei Ungkap AS Satu-satunya Negara dengan Mayoritas Warga Dinilai Tidak Bermoral
AS Satu-satunya Negara dengan Mayoritas Warga Dinilai Tidak Bermoral

Survei Global Ungkap Persepsi Moral Warga Negara, AS Jadi Pengecualian

Sebuah temuan mengejutkan terungkap dari survei global terbaru yang dilakukan oleh Pew Research Center pada tahun 2025. Dalam penelitian yang bertajuk Survei Sikap Global Musim Semi 2025 ini, terungkap bahwa di sebagian besar negara, masyarakat cenderung memiliki pandangan positif terhadap sesama warga negaranya, menganggap mereka sebagai pribadi yang bermoral. Namun, terdapat satu pengecualian yang sangat mencolok: Amerika Serikat (AS).

AS: Satu-satunya Negara dengan Mayoritas Persepsi Negatif

Data survei menunjukkan bahwa AS menjadi satu-satunya negara di antara 25 negara yang disurvei di mana mayoritas responden memberikan penilaian negatif. Lebih dari separuh responden di AS menyatakan bahwa mereka menilai sesama warga negaranya sebagai pribadi yang tidak bermoral. Hal ini kontras dengan tren global di negara-negara lain, di mana pandangan positif justru mendominasi.

Survei ini mengukur persepsi publik dengan menanyakan kepada responden apakah mereka percaya bahwa masyarakat di negara mereka pada umumnya adalah orang-orang yang bermoral. Hasilnya memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana warga negara memandang satu sama lain dalam konteks nilai-nilai etika dan moralitas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kanada dan Indonesia Memimpin dengan Persentase Tertinggi

Di sisi lain, survei ini juga mengungkapkan negara-negara dengan persepsi positif tertinggi. Kanada dan Indonesia berhasil menempati posisi puncak dalam peringkat ini. Kedua negara ini menunjukkan angka yang sangat mengesankan, dengan masing-masing 92 persen responden menyatakan keyakinan mereka bahwa sesama warga negara di negara mereka adalah pribadi yang bermoral.

Pencapaian ini menempatkan Kanada dan Indonesia sebagai contoh negara di mana rasa saling percaya dan penilaian positif terhadap moralitas sesama warga sangat kuat. Persentase yang hampir sempurna ini mencerminkan tingkat kepercayaan sosial yang tinggi di kedua negara tersebut.

Implikasi dan Konteks Survei

Survei Pew Research Center ini tidak hanya sekadar mengumpulkan data statistik, tetapi juga memberikan wawasan mendalam tentang dinamika sosial dan budaya di berbagai belahan dunia. Fakta bahwa AS menjadi outlier dalam hal persepsi moral ini bisa menjadi bahan refleksi penting mengenai kondisi sosial-politik dan polarisasi yang mungkin terjadi di negara tersebut.

Perbedaan yang tajam antara AS dengan negara-negara lain seperti Kanada dan Indonesia mengundang pertanyaan lebih lanjut tentang faktor-faktor apa saja yang memengaruhi pandangan masyarakat terhadap moralitas kolektif. Apakah hal ini terkait dengan isu-isu politik, media, atau faktor sosial ekonomi yang lebih luas, masih memerlukan kajian lebih mendalam.

Secara keseluruhan, survei ini menegaskan bahwa persepsi tentang moralitas warga negara sangat bervariasi antar negara, dengan AS menonjol sebagai kasus unik yang memerlukan perhatian khusus dari para peneliti dan pembuat kebijakan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga