Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa Car Free Day (CFD) di Jakarta tidak hanya menjadi favorit warga lokal, tetapi juga menarik minat wisatawan dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Hal ini disampaikan Pramono saat ditemui di Jakarta Timur pada Jumat, 5 Juni 2026.
CFD sebagai Destinasi Wisata
Menurut Pramono, CFD kini bukan lagi sekadar upaya menekan polusi udara, melainkan telah bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jakarta. "Banyak saudara-saudara yang berkumpul, bertemu, janjian untuk Car Free Day, dan juga banyak orang dari luar, terutama dari Singapura dan Malaysia. Sebelum mereka kembali ke negaranya masing-masing, mereka ikut Car Free Day di Jakarta," ujarnya.
Pramono optimistis CFD di kawasan Rasuna Said yang mulai digelar pekan ini akan menjadi pilihan baru bagi masyarakat untuk berolahraga di akhir pekan. "Untuk Car Free Day di Rasuna Said atau Kuningan, saya yakin ini akan menjadi tempat favorit baru bagi warga Jakarta. Masyarakat bisa memilih apakah di Sudirman-Thamrin atau di Rasuna Said. Lingkaran Rasuna Said kurang lebih 7 kilometer, sedangkan Sudirman sampai ujung sekitar 10 kilometer," jelasnya.
Progres Penataan Kawasan Rasuna Said
Lebih lanjut, Pramono menargetkan penataan kawasan Rasuna Said rampung dan diresmikan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta. Ia mengungkapkan bahwa progres penataan kawasan tersebut saat ini telah mencapai 95 persen. Ia berharap CFD di kawasan itu nantinya lebih nyaman dibandingkan saat uji coba beberapa waktu lalu.
"Mudah-mudahan ini akan membuat masyarakat Jakarta semakin gemar berlari, jogging, serta menjalani pola hidup lebih sehat. Terutama karena Car Free Day sekarang menjadi tempat untuk bersilaturahmi," kata Pramono.
Dengan adanya CFD di Rasuna Said, diharapkan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk beraktivitas fisik dan bersosialisasi di akhir pekan, sekaligus menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih ramah lingkungan dan menarik bagi wisatawan mancanegara.



