BNPP Kebut Pembukaan Temajuk-Telok Melano, Siapkan Jadi KEK Pariwisata
BNPP Percepat Pembukaan Temajuk-Telok Melano Jadi KEK Pariwisata

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI melalui Biro Perencanaan dan Kerja Sama menggelar Forum Koordinasi Percepatan Pembukaan Perlintasan Temajuk-Telok Melano. Forum ini membahas peluang Temajuk sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor pariwisata.

Forum Koordinasi Lintas Sektor

Forum koordinasi ini mempertemukan para pemangku kepentingan lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Tujuannya merumuskan langkah percepatan pengaktifan kembali Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, mengatakan pembukaan kembali perlintasan Temajuk-Telok Melano tidak hanya soal infrastruktur fisik. Perlintasan ini diharapkan menjadi pintu masuk penguatan sektor strategis.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Kita berharap jika pintu batas Temajuk-Telok Melano kembali aktif, maka tidak hanya dibuka secara fisik, tetapi juga secara ekonomi, sosial, budaya, perdagangan, dan pariwisata. Sehingga ada manfaat nyata yang kita peroleh sesuai karakter unggulan Temajuk," ujarnya, Rabu (27/5/2026).

Dua Output Utama Forum

Makhruzi menyampaikan dua output utama forum koordinasi. Pertama, kesepakatan rencana aksi percepatan pembukaan gerbang perlintasan Temajuk dan pengusulan Temajuk sebagai KEK sektor pariwisata. Ini termasuk pengembangan konsep serupa di perbatasan lain, seperti Motaain dengan Timor Leste.

Kedua, penyepakatan jadwal peresmian pembukaan kembali perlintasan Indonesia-Malaysia di Temajuk dan Telok Melano. Proses ini diharapkan mendapat dukungan penuh dari Kementerian Luar Negeri RI, termasuk penyusunan usulan KEK pariwisata yang sinergis dengan Malaysia.

Forum ini bertepatan dengan satu tahun arahan Presiden Prabowo Subianto dalam surat Menteri Sekretaris Negara tertanggal 20 Mei 2025. Arahan tersebut membahas keberlanjutan rencana pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Gelombang III sebagai prioritas penguatan kawasan perbatasan.

Koordinasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama BNPP RI, Budi Setyono, menjelaskan forum ini merupakan mandat dari kesepakatan bilateral Border Crossing Agreement (BCA) RI-Malaysia tahun 2023. Kegiatan ini juga tindak lanjut Persidangan ke-40 Sosek Malindo di Langkawi pada November 2025.

Budi menegaskan koordinasi lintas sektor menjadi kunci mewujudkan pembukaan kembali perlintasan batas negara yang dinantikan masyarakat di kedua sisi perbatasan.

Potensi Temajuk sebagai KEK Pariwisata

BNPP RI menilai Temajuk memiliki potensi besar sebagai KEK sektor pariwisata. Letaknya berdekatan dengan destinasi wisata unggulan di Sarawak, Malaysia. Tren pengembangan kawasan ekonomi lintas batas melalui konsep Special Economic Zone (SEZ) juga diminati Malaysia, seperti inisiatif Johor-Singapura. Ini membuka peluang kerja sama saling menguntungkan antara Indonesia dan Malaysia.

Pengembangan pariwisata Temajuk diharapkan didukung kolaborasi amenitas, akomodasi, kuliner, fasilitas umum, dan layanan pendukung terintegrasi yang berdaya saing.

Sejalan dengan Prioritas Nasional

Pembukaan kembali PLB Temajuk sejalan dengan dua prioritas nasional dalam Asta Cita, yaitu penguatan sistem pertahanan dan keamanan negara serta pembangunan dari desa dan kawasan pinggiran.

Ke depan, Temajuk diharapkan tidak hanya menjadi penjaga kedaulatan negara, tetapi juga jembatan pertumbuhan ekonomi baru yang memperkuat kesejahteraan masyarakat perbatasan dan hubungan Indonesia-Malaysia secara berkelanjutan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga