Pengamen Bakar Pagar Rumah di Bekasi Gegara Tak Diberi Uang, Polisi Amankan Pelaku
Pengamen Bakar Pagar Rumah di Bekasi Gegara Tak Diberi Uang

Aksi meresahkan terjadi di lingkungan warga di Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Dalam rekaman kamera pengawas (CCTV) yang viral, terlihat sejumlah pengamen nekat membakar bagian pagar rumah warga. Diduga aksi itu mereka lakukan usai tidak diberi uang oleh empunya rumah.

Polisi Amankan Pelaku Pembakaran Pagar

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Andi M Iqbal mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait peristiwa itu. Ia menyatakan bahwa pelaku telah berhasil diringkus. "(Pelaku) sudah diamankan oleh Polsek Pondok Gede," kata Andi saat dikonfirmasi, Kamis (25/6).

Kendati demikian, Andi belum membeberkan kronologi peristiwa tersebut, termasuk motif di balik aksi pembakaran itu. Polisi masih mendalami kasus ini untuk mengungkap fakta lebih lanjut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Aksi Pembakaran dalam Rekaman CCTV

Dalam rekaman video yang viral, terlihat awalnya tiga orang pengamen mendatangi satu per satu rumah di kawasan tersebut. Mereka kemudian menghampiri sebuah rumah bercat putih dengan pagar berwarna hitam. Dua di antaranya bernyanyi menggunakan alat musik, sementara satu pengamen lainnya sempat mengintip ke dalam rumah.

Karena penghuni rumah tidak kunjung keluar, pengamen yang membawa kantong bergeser ke ujung pagar. Di sana, ia terlihat membungkuk hingga api keluar dari fiber glass yang terpasang di pagar rumah tersebut. "Kesal tak diberi uang, sejumlah pengamen nekat bakar pagar rumah warga di Jatiwaringin," demikian tertulis dalam unggahan rekaman video yang viral itu.

Dampak dan Respons Warga

Aksi pembakaran ini menimbulkan keresahan di kalangan warga sekitar. Mereka berharap polisi dapat mengusut tuntas kasus ini dan memberikan efek jera kepada pelaku. Insiden ini juga menjadi peringatan bagi warga untuk lebih waspada terhadap tindakan kriminal yang mungkin terjadi.

Polres Metro Bekasi Kota terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik aksi nekat tersebut. Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika melihat tindakan mencurigakan di lingkungan mereka.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga