Jepang akan menaikkan biaya visa masuk hingga lima kali lipat mulai 1 Juli 2026. Biaya visa sekali masuk naik dari sekitar 3.000 yen menjadi 15.000 yen, sementara untuk jenis 'multiple entry' akan naik dari 6.000 yen menjadi 30.000 yen. Kebijakan ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, yang menyatakan bahwa penyesuaian ini dilakukan untuk mengimbangi kenaikan biaya sistem imigrasi, inflasi, dan perubahan nilai tukar.
Alasan Kenaikan dan Dampaknya
"Dampak kemungkinannya banyak, tetapi kami sudah mempertimbangkan hal itu ketika melakukan revisi," kata Motegi. Saat ini Jepang dipimpin oleh pemerintahan konservatif di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang menerapkan kebijakan lebih tegas terhadap imigrasi. Kekhawatiran atas jumlah wisatawan yang berlebihan dan peningkatan jumlah penduduk asing turut mendorong langkah ini, sekaligus memicu lonjakan dukungan untuk partai oposisi sayap kanan, Sanseito.
Pengunduran Diri Perdana Menteri Inggris
Di Inggris, Perdana Menteri Sir Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya setelah berbicara dengan Raja Charles III. Ia menyatakan akan tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara hingga pemimpin baru Partai Buruh terpilih dalam beberapa minggu mendatang. Pengumuman ini disampaikan di tengah tekanan untuk menyerahkan kekuasaan kepada pemimpin baru yang dapat meningkatkan pamor pemerintah. Saat berpidato, para pengunjuk rasa memainkan lagu kebangsaan Uni Eropa, Ode to Joy karya Beethoven.
Kemajuan Pembicaraan AS-Iran
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengklaim adanya kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran. Menurutnya, terdapat "mekanisme" untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka dan gencatan senjata antara Israel dan militan Hizbullah yang didukung Iran. Pembicaraan tentang inspeksi nuklir di Iran dapat dimulai pekan ini setelah pertemuan di Swiss. "Kami telah meletakkan fondasinya. Kami belum membangun rumahnya, tetapi kami telah meletakkan fondasi yang sukses untuk mencapai tempat yang baik bagi rakyat Amerika," ujar Vance.
Argentina Menang atas Austria
Dalam pertandingan Piala Dunia, Lionel Messi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen dengan dua gol luar biasa melawan Austria. Ia memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang bersama Miroslav Klose. Messi sempat gagal mengeksekusi penalti di awal pertandingan, tetapi berhasil menebusnya dengan gol dari umpan silang pada menit ke-38 dan gol kedua di akhir laga. "Ada saat-saat ketika saya benar-benar marah karena gagal mengeksekusi penalti, tetapi saya mampu menebusnya," kata Messi. Kemenangan 2-0 ini mengamankan tiket Argentina ke babak 32 besar.



