20 Truk Swasta Dikerahkan untuk Atasi Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati
20 Truk Swasta Atasi Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

20 Truk Swasta Dikerahkan untuk Atasi Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Sebanyak 20 unit truk dari pihak swasta telah disiapkan untuk mempercepat proses pengangkutan sampah yang selama ini menggunung di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Langkah ini diambil sebagai respons atas penumpukan sampah yang telah mencapai ketinggian sekitar enam meter dan mulai menimbulkan dampak lingkungan serius di kawasan tersebut.

Keterlibatan Swasta sebagai Solusi Optimalisasi

Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah, mengonfirmasi bahwa keterlibatan pihak swasta merupakan bagian dari upaya optimalisasi pengelolaan sampah sesuai dengan regulasi yang berlaku. "Ke depan, pengangkutan di Pasar Induk Kramat Jati akan dilakukan melalui swastanisasi, bekerja sama dengan pihak ketiga yang berizin," ujar Dwi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, sebanyak 20 unit truk dari pihak swasta akan dikerahkan secara bertahap untuk menangani volume sampah yang tinggi di pasar tersebut. "Penambahan armada ini diharapkan mampu mempercepat proses pembersihan dan mencegah kembali terjadinya penumpukan," tambah Dwi. Saat ini, proses pengangkutan masih dilakukan secara kombinasi dengan lima unit truk yang dikerahkan untuk membantu penanganan awal sambil menunggu kesiapan penuh armada swasta.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Lingkungan yang Mengkhawatirkan

Dari pantauan di lokasi, gunungan sampah setinggi kurang lebih enam meter masih terlihat jelas dengan aroma busuk yang tercium dari kejauhan. Sampah tersebut didominasi oleh sisa sayuran dan buah-buahan dari aktivitas perdagangan di pasar induk. Kondisi ini telah menyebabkan beberapa kerusakan infrastruktur, termasuk:

  • Tembok di belakang tumpukan sampah roboh akibat tekanan dari gunungan sampah.
  • Material beton serta tiang penyangga ambruk dan sebagian masuk ke saluran air.
  • Sampah terbawa hingga ke dalam saluran air, berpotensi menyumbat aliran dan memperparah kondisi lingkungan.

Area di belakang TPS ini merupakan lahan kosong yang dimanfaatkan warga sekaligus sebagai tempat bermain anak-anak, sehingga penanganan yang cepat sangat diperlukan untuk mencegah risiko kesehatan dan keselamatan.

Upaya Penanganan Terus Dilakukan

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Timur melalui Suku Dinas Lingkungan Hidup telah mengerahkan 13 unit truk pengangkut sampah untuk mengurangi tumpukan di lokasi tersebut. Kepala Suku Dinas LH Jakarta Timur, Julius Monangta, menegaskan bahwa bantuan ini tidak dibatasi waktu tertentu dan akan terus dilakukan hingga kondisi sampah benar-benar tertangani dengan baik.

"Sampai hari ini juga ada kendaraan kami di sana masih membantu. Hari ini kami kerahkan 13 unit truk pengangkut sampah," kata Julius di Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (30/3/2026). Monangta juga memastikan bahwa upaya penanganan akan terus dilakukan secara maksimal dengan target akhir seluruh sampah di Pasar Induk Kramat Jati dapat dibersihkan sepenuhnya.

Harapan untuk Sistem yang Lebih Efisien

Selain meningkatkan kapasitas angkut, langkah melibatkan pihak swasta juga diharapkan dapat membuat sistem pengelolaan sampah menjadi lebih cepat, terjadwal, dan efisien. "Sehingga permasalahan sampah yang sempat mengganggu aktivitas perdagangan di Pasar Induk Kramat Jati dapat selesai," ucap Dwi Firmansyah.

Dwi optimistis bahwa dengan tambahan armada yang signifikan dari pihak swasta, persoalan tumpukan sampah yang sebelumnya menggunung dapat segera teratasi. Langkah ini dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi akar permasalahan pengelolaan sampah di kawasan pasar yang padat aktivitas seperti Pasar Induk Kramat Jati.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga