160 Jemaah Ziarah Katolik Terjebak di Yordania, Tunggu Evakuasi KBRI
160 Jemaah Ziarah Terjebak di Yordania, Tunggu Evakuasi

160 Jemaah Ziarah Katolik Terjebak di Yordania, Tunggu Evakuasi dari KBRI Amman

Perjalanan ziarah yang seharusnya menjadi pengalaman spiritual yang mendalam justru berubah menjadi situasi frustasi bagi Dwie Ratna (44) dan rombongannya. Sebagai salah satu peserta tur Ziarah Katolik Holyland & Lourdes yang diselenggarakan oleh Renata Tours, Dwie tidak pernah menyangka bahwa perjalanan ke luar negeri ini akan berakhir dengan keterjebakan di Yordania.

Terjebak Sejak Minggu dan Menunggu Evakuasi

Dwie bersama dengan 160 jemaah lainnya telah terjebak di Yordania sejak hari Minggu, tanggal 1 Maret 2026. Hingga saat ini, mereka masih menunggu proses evakuasi yang diatur oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amman. Kepulangan rombongan ziarah ini sebenarnya telah dijadwalkan pada hari Rabu, tanggal 4 Maret 2026, namun rencana tersebut tidak dapat terealisasi sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Kondisi yang dialami oleh para jemaah ini menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan, mengingat mereka berada di negara asing dengan fasilitas dan dukungan yang terbatas. Dwie Ratna mengungkapkan bahwa perjalanan tur yang awalnya dirancang untuk memberikan pengalaman religius dan menyenangkan justru berubah menjadi ujian kesabaran bagi seluruh peserta.

Peran KBRI Amman dalam Proses Evakuasi

KBRI Amman telah mengambil langkah-langkah untuk menangani situasi ini, dengan fokus pada evakuasi para jemaah yang terjebak. Proses evakuasi memerlukan koordinasi yang cermat mengingat jumlah peserta yang cukup besar dan kompleksitas logistik yang terlibat. Para jemaah saat ini bergantung pada bantuan dari pihak kedutaan untuk memastikan kepulangan mereka dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Renata Tours, sebagai penyelenggara tur, juga diharapkan dapat memberikan dukungan dan informasi yang jelas kepada para peserta mengenai perkembangan situasi. Insiden ini menyoroti pentingnya persiapan dan penanganan darurat dalam perjalanan wisata, terutama untuk rombongan besar seperti ziarah keagamaan.

Dampak pada Para Peserta dan Keluarga

Keterjebakan di Yordania tidak hanya mempengaruhi kondisi fisik para jemaah, tetapi juga menimbulkan stres emosional. Keluarga di Indonesia turut merasa cemas dengan keadaan yang dialami oleh anggota rombongan. Mereka berharap agar evakuasi dapat segera dilaksanakan sehingga para peserta dapat kembali ke tanah air dengan selamat.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi para calon peserta tur ke luar negeri, khususnya untuk perjalanan ziarah, agar selalu mempertimbangkan aspek keamanan dan dukungan dari penyelenggara. Koordinasi yang baik antara pihak tur, kedutaan, dan otoritas setempat sangat krusial dalam mencegah situasi serupa di masa depan.