Setelah Ditutup, 11 Bandara Perintis di Papua Siap Kembali Beroperasi
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Bambang Trisnohadi memastikan bahwa 11 bandara perintis di tiga wilayah Papua kini telah diamankan sepenuhnya oleh pasukan TNI. Bandara-bandara ini sebelumnya ditutup oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pasca gangguan keamanan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau TPNPB-OPM.
Langkah Cepat Pengamanan oleh TNI
Letjen Bambang menyatakan bahwa langkah cepat ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan wilayah sekaligus menjamin keselamatan masyarakat di Bumi Cendrawasih. Ia menambahkan bahwa bersama Panglima Komando Daerah Angkatan Udara III (Pangkodau III) Marsda TNI Azhar Aditama Djojosugito serta personel TNI lainnya, dirinya terjun langsung meninjau sejumlah bandara perintis, salah satunya di Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
"Syukur alhamdulillah, pasukan TNI telah berada di seluruh bandara perintis dan memulihkan kondusifitas di tiga wilayah Papua, yakni Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah, yang sebelumnya ditutup oleh Kemenhub pada 16 Februari lalu," jelas jenderal bintang tiga ini.
Daftar Bandara yang Dijaga 24 Jam
Bambang menuturkan bahwa sejumlah bandara kini dijaga 24 jam oleh TNI, meliputi:
- Lapangan Terbang (Lapter) Iwur, Teiraplu, dan Aboy di Papua Pegunungan
- Lapter Korowai Batu Bomakia, Yaniruma, dan Manggelum di Papua Selatan
- Lapter Beoga, Dagai, Fawi, dan Kapiraya di Papua Tengah
"Pengamanan dilakukan secara terpadu guna memastikan operasional penerbangan berjalan aman dan lancar," tegas dia.
Akses Vital bagi Masyarakat Papua
Letjen Bambang memastikan bahwa bandara perintis di Papua bukan sekadar infrastruktur transportasi udara. Di tengah kondisi geografis yang didominasi hutan lebat, pegunungan, dan perbukitan, bandara merupakan urat nadi kehidupan masyarakat—jalur vital distribusi logistik, pelayanan kesehatan, akses pendidikan, hingga mobilitas ekonomi warga pedalaman.
"Insya Allah, urat nadi kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan saudara-saudara kita di pelosok Papua akan kembali berdenyut. Bandara yang kami jamin kondusifitasnya ini segera dibuka untuk masyarakat," janji dia.
Dengan pengamanan yang ketat ini, diharapkan bandara-bandara perintis dapat segera beroperasi kembali, mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan memperkuat konektivitas di wilayah Papua yang memiliki tantangan geografis yang kompleks.



