Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengumumkan bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia juga mengonfirmasi bahwa DSI akan berkantor di Wisma Danantara.
Kantor DSI di Wisma Danantara
"Di Danantara, sudah disiapkan kantornya di Danantara," ujar Rosan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (22/5/2026). Pernyataan ini menegaskan kesiapan pemerintah dalam menyediakan fasilitas bagi perusahaan baru tersebut.
Status BUMN Pekan Depan
Rosan menyatakan bahwa status BUMN untuk DSI akan resmi berlaku pada pekan depan. "(DSI menjadi BUMN) Minggu depan," jelasnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat sektor investasi dan hilirisasi di Indonesia.
Struktur dan Kepemimpinan DSI
Rosan juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengadakan pertemuan untuk mematangkan struktur organisasi DSI. Ia telah membocorkan rencana bahwa DSI akan dipimpin oleh Luke Thomas Mahony. "Untuk saat ini, Luke Thomas. Ada Thomas," kata Rosan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (21/5).
Sosialisasi dan Masukan dari Berbagai Pihak
Pemerintah berencana menggelar pertemuan terlebih dahulu untuk meminta masukan dari berbagai pihak, termasuk asosiasi dan kepala kamar dagang. Sosialisasi juga akan dilakukan secara intensif. "Nanti kan kita, ini dulu. Tadi meeting. Nanti kita mau ini dulu, mendengarkan masukan. Nanti sore juga dari semua asosiasi, para Kadin, Apindo, asosiasi sawit APBI, batubara, semua kita juga sekaligus sosialisasi. Jadi kita pun nanti jam 4," ujar Rosan.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk melibatkan pemangku kepentingan dalam proses pembentukan DSI, sehingga perusahaan baru ini dapat beroperasi secara optimal dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.



