Pertanda Baik Negosiasi AS-Iran, Tapi Hormuz-Uranium Masih Alot
Pertanda Baik Negosiasi AS-Iran, Hormuz-Uranium Alot

Upaya perdamaian terus diupayakan oleh Pakistan sebagai mediator, di saat Amerika Serikat (AS) dan Iran masih berselisih mengenai pasokan uranium yang diperkaya milik Iran dan kendali atas Selat Hormuz.

Pertemuan di Teheran

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Pakistan Syed Mohsin Naqvi, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (22/5/2026), bertemu dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi pada Jumat (22/5) waktu setempat. Pertemuan yang berlangsung di Teheran, ibu kota Iran itu, bertujuan membahas proposal untuk mengakhiri perang antara Iran melawan AS dan Israel. Pertemuan itu digelar sekitar dua hari setelah Naqvi menyampaikan pesan terbaru AS kepada Iran dalam negosiasi tidak langsung yang sedang berlangsung.

Pertanda Baik dari AS

Laporan kantor berita ISNA dan Tasnim menyebut Naqvi memfasilitasi komunikasi antara Iran dan AS dalam upaya mencapai kerangka kerja untuk mengakhiri perang dan menyelesaikan perbedaan-perbedaan yang ada. Secara terpisah, Menlu AS Marco Rubio mengatakan kepada wartawan bahwa ada "beberapa pertanda baik" dalam pembicaraan tersebut. Namun Rubio memperingatkan bahwa tidak akan ada solusi jika Teheran memberlakukan pungutan tol di Selat Hormuz, yang secara efektif ditutup selama perang berkecamuk.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Ada beberapa pertanda baik," kata Rubio dalam pernyataannya. "Saya tidak ingin terlalu optimis... Jadi, mari kita lihat apa yang terjadi dalam beberapa hari ke depan," ucapnya.

Kesenjangan yang Mempersempit

Seorang sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters pada Kamis (21/5) bahwa kesenjangan dalam pembicaraan itu telah dipersempit, meskipun isu pengayaan uranium dan Selat Hormuz tetap menjadi beberapa poin yang masih diperdebatkan kedua pihak. Perang yang berkecamuk sejak akhir Februari lalu telah menghancurkan perekonomian global, dengan lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran akan inflasi yang merajalela. Sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair dunia melintasi Selat Hormuz sebelum perang meletus.

Dampak Ekonomi

Dolar AS mendekati level tertinggi dalam enam minggu terakhir pada Jumat (22/5) di tengah ketidakpastian mengenai perundingan damai, sedangkan harga minyak naik karena para investor meragukan prospek terobosan. "Kita sudah memasuki akhir minggu ke-12, sudah enam minggu gencatan senjata, dan saya tidak begitu yakin kita semakin dekat dengan resolusi antara AS dan Iran," kata analis pasar dari IG Australia, Tony Sycamore, tentang perang di Timur Tengah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga