Direktur PT Riski Efanti Bersaja, Vivi Efanti, selaku penyedia tiket peserta Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kepulauan Riau (Kepri), mengakui pihaknya bertanggung jawab atas persoalan tiket yang menyebabkan sebagian kontingen gagal berangkat ke Manokwari, Papua Barat. Vivi menyebutkan Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kepri tidak mengetahui kerja sama yang dilakukannya dalam pengurusan tiket.
Kronologi Kerja Sama Tiket
Dilansir detikSumut, Senin (29/6/2026), Vivi menjelaskan kerja sama penyediaan tiket bermula setelah dia mendapatkan informasi soal kegiatan Pesparawi dari pegawai di Setwan DPRD Kepri yang kemudian memperkenalkannya kepada panitia. Setelah memperoleh proyek itu, LPPD Kepri mentransfer pembayaran sekitar Rp 1,016 miliar untuk tiket pulang-pergi 68 peserta pada 7 Mei 2026.
"Uang dari LPPD sudah ditransfer penuh kepada saya sesuai nilai invoice. Setelah itu saya membuat kerja sama dengan seorang oknum tanpa sepengetahuan LPPD maupun panitia," kata Vivi.
Penyerahan Dana kepada Oknum
Pada 11 Mei 2026, menurut Vivi, dia telah menyerahkan dana Rp 700 juta kepada orang yang disebutnya pegawai berinisial H untuk mengurus penerbitan tiket. Namun, katanya, proses penerbitan tiket tidak berjalan sesuai dengan janji hingga menimbulkan persoalan saat jadwal keberangkatan kontingen.
Vivi mengatakan seluruh kerja sama dengan H dilakukan atas inisiatif pribadinya. Dia menyebutkan pihak LPPD Kepri dan panitia tak tahu soal proses pembelian tiket. "LPPD tidak mengetahui sama sekali apa yang menjadi kendala dalam pengurusan tiket. Yang mereka terima dari saya hanya kode booking dan informasi bahwa tiket sudah siap," ujarnya.
Bantahan Terkait Instruksi Keberangkatan
Dia membantah anggapan bahwa LPPD memerintahkan tetap memberangkatkan kontingen meski tiket belum jelas. Menurut dia, pihak LPPD meminta agar peserta tidak diberangkatkan apabila tiket lanjutan hingga Manokwari belum dipastikan tersedia.
"Pak Jumaga menyampaikan kepada saya, kalau hanya ada tiket Batam-Jakarta dan belum ada kepastian sampai Manokwari, lebih baik jangan diberangkatkan," ujarnya.
Upaya Pencarian Penerbangan Alternatif
Vivi mengaku pihaknya masih berusaha mencarikan penerbangan lanjutan saat rombongan tiba di Jakarta. Namun peserta menolak karena opsi yang ditawarkan diperkirakan tetap membuat mereka tidak akan sempat mengikuti perlombaan di Manokwari.
Kontingen paduan suara asal Kepri yang gagal berangkat ini viral setelah mereka bernyanyi di Bandara Soetta. Mereka bernyanyi setelah gagal berangkat ke Manokwari.



