Pekerja Migran Indramayu Meningkat, Capai 21.182 Orang pada 2025
Jumlah pekerja migran asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kembali menunjukkan peningkatan signifikan pada tahun 2025. Data terbaru mengungkapkan bahwa sebanyak 21.182 warga Indramayu tercatat berangkat ke luar negeri untuk bekerja, sebuah angka yang mendekati tingkat penempatan sebelum pandemi Covid-19 melanda.
Data dari Skema Penempatan Formal
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Indramayu, Asep Kurniawan, menjelaskan bahwa angka tersebut berasal dari berbagai skema penempatan formal yang terdata dengan baik. “Itu yang terdata di P3MI dengan penempatan perorangan, mandiri ya. Terus juga perpanjangan kontrak di luar negeri,” ungkapnya, seperti dikutip dari laporan resmi.
Peningkatan ini menandai pemulihan sektor ketenagakerjaan migran di daerah tersebut, setelah sempat mengalami penurunan akibat dampak pandemi. Asep Kurniawan menekankan bahwa data ini mencakup pekerja yang ditempatkan melalui jalur perorangan dan mandiri, serta mereka yang memperpanjang kontrak kerja di luar negeri.
Implikasi dan Dampak Ekonomi
Kembalinya angka penempatan pekerja migran mendekati level pra-pandemi memiliki implikasi positif bagi perekonomian lokal Indramayu. Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan meliputi:
- Peningkatan remitansi atau pengiriman uang dari luar negeri yang dapat mendukung perekonomian keluarga di daerah.
- Potensi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui lapangan kerja yang lebih stabil.
- Perlunya pengawasan ketat terhadap proses penempatan untuk memastikan perlindungan hak-hak pekerja migran.
Dengan tren ini, pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat program pendampingan dan pelatihan bagi calon pekerja migran, agar mereka siap menghadapi tantangan di luar negeri. Peningkatan angka tersebut juga mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap skema penempatan formal yang dijalankan oleh Disnaker Indramayu.
