InJourney Raih Sertifikasi Great Place to Work 2026 dengan Skor 81 Persen
Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, kembali menegaskan komitmennya dalam transformasi menyeluruh dengan membangun budaya kerja unggul dan berdaya saing global. Berdasarkan hasil survei Great Place to Work (GPTW) Trust Index 2026, sebanyak 91% karyawan menyatakan InJourney sebagai salah satu perusahaan tempat bekerja yang hebat, dengan rata-rata skor model mencapai 81%.
Survei Mendalam dengan Ribuan Responden
Survei ini melibatkan 6.394 responden dan lebih dari 15.000 masukan terbuka, mengukur tiga dimensi utama budaya kerja unggul, yaitu Trust, Pride, dan Camaraderie. Sebanyak 91% karyawan menyatakan bahwa pekerjaan mereka memiliki makna lebih dari sekadar rutinitas, dan 90% merasa bangga menjadi bagian dari InJourney Group. Selain itu, 93% responden menyebut bahwa mereka merasa disambut dengan baik sejak hari pertama bergabung, menunjukkan fondasi budaya inklusif yang telah tertanam secara sistematis.
Transformasi Berbasis People dari Pimpinan
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar hasil survei, melainkan refleksi dari transformasi fundamental yang dibangun dengan berbasis people. "Di InJourney, kami meyakini bahwa keberhasilan transformasi ekosistem aviasi dan pariwisata sangat ditentukan oleh kualitas manusianya. Oleh karena itu, kami secara konsisten menumbuhkan budaya kerja yang inklusif, kolaboratif, dan berlandaskan nilai gotong royong," ujar Maya dalam keterangan tertulis, Selasa (21/4/2026).
Dia menambahkan bahwa InJourney ingin setiap insan tidak hanya bekerja untuk hari ini, tetapi juga meninggalkan legacy bagi generasi mendatang dan membangun fondasi pariwisata Indonesia yang lebih kuat, berdaya saing global, dan berkelanjutan.
Penguatan Daya Saing SDM dan Program Unggulan
Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari penguatan daya saing SDM. "Kami percaya bahwa keunggulan kompetitif perusahaan bertumpu pada kualitas manusianya. Karena itu, InJourney membangun ekosistem pengembangan talenta berkelas dunia yang berorientasi pada global best practice," jelas Herdy.
Meski InJourney baru berusia 4 tahun, capaian ini didukung oleh transformasi yang dilakukan bersama anak perusahaannya dalam membangun SDM unggul. InJourney menerapkan pendekatan end to end sustainable development framework dengan InJourney Future Leader Programs, yang mencakup:
- Kompetensi profesional, fungsional, dan leadership di seluruh siklus karier karyawan.
- Program dari onboarding hingga pucuk kepemimpinan.
Inisiatif ini menjadi fondasi strategis dalam membangun SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat global.
Kolaborasi Strategis dan Pelatihan Nasional
Langkah konkret diwujudkan melalui kolaborasi strategis GM Airport Academy bersama Incheon International Airport. Program ini dirancang untuk mempercepat transformasi kepemimpinan di sektor kebandarudaraan dengan membekali para General Manager dengan perspektif global. Di sisi lain, InJourney mengimplementasikan Training of Trainers dalam skala nasional melalui program Indonesian Hospitality Training, yang menargetkan seluruh karyawan untuk menginternalisasi nilai hospitality khas Indonesia.
Dengan pendekatan ini, lebih dari 8.000 frontline diharapkan mampu menghadirkan layanan berstandar dunia pada tahun 2025. Komitmen peningkatan kualitas SDM diperkuat melalui kemitraan dengan institusi global terkemuka, seperti:
- Airport Council International
- IMD Business School
- INSEAD
- National University of Singapore
Program Pengembangan dan Dampak Luas
Sebagai puncak dari arsitektur pengembangan talenta, InJourney memiliki program InJourney Future Leaders Development Program yang berfungsi sebagai akselerator kepemimpinan masa depan. Program ini mengombinasikan pembelajaran kelas dunia, perjalanan pengembangan individual, dan pengalaman global immersion.
Melalui Indonesian Hospitality Training, lebih dari 10.000 karyawan telah mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari untuk menginternalisasi nilai service excellence dan keramahtamahan khas Indonesia. Inisiatif ini diperkuat dengan Digital Learning Campaign bersama LinkedIn Learning, yang menjangkau lebih dari 45.000 pegawai.
Pengembangan pegawai juga dirancang berdampak luas melalui program TJSL InJourney Hospitality House, yang memperluas transfer pengetahuan hingga ke masyarakat sekitar destinasi. Dengan metode Train the Trainer (TTT), 17 Local HEROES telah dilatih untuk membekali lebih dari 6.000 pelaku pariwisata dengan kompetensi hospitality dasar dan lanjutan.
Kebijakan Strategis dan Lingkungan Kerja
Capaian GPTW 2026 ditopang oleh berbagai kebijakan strategis yang dirancang untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan produktif. Melalui penerapan Respectful Workplace Policy, perusahaan memastikan terciptanya ruang kerja yang saling menghormati, bebas dari diskriminasi, dan menjunjung tinggi integritas.
InJourney juga menghadirkan Employee Well Being Program yang berfokus pada keseimbangan fisik, mental, dan sosial karyawan. Di sisi pengembangan karier, implementasi Talent Management System yang terintegrasi membuka kesempatan setara bagi setiap insan InJourney untuk bertumbuh melalui mekanisme seperti Talent Mobility dan Project Assignment.
Kesimpulan: Transformasi Berpusat pada Manusia
Melalui pencapaian sertifikasi GPTW 2026 ini, InJourney membuktikan bahwa transformasi yang berpusat pada manusia adalah kunci keberhasilan jangka panjang. Dengan semangat gotong royong dan pelayanan sepenuh hati, InJourney akan terus memastikan setiap insan perusahaan tumbuh, berkembang, dan berkontribusi dalam menghadirkan pengalaman terbaik bagi wisatawan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di panggung industri pariwisata dunia.



