Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) bersama Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) akan menggelar aksi peringatan Hari Buruh atau May Day pada Jumat, 1 Mei 2026, di depan Gedung DPR, Jakarta. Aksi ini ditegaskan sebagai bentuk sikap mandiri dan berbeda dengan perayaan May Day Fiesta yang diselenggarakan di Monas.
Perbedaan dengan May Day Fiesta
Ketua Umum Konfederasi KASBI, Sunarno, menyatakan bahwa May Day Fiesta di Monas sarat dengan narasi mainstream dan koptasi kekuasaan. "KASBI dan Aliansi Gebrak tidak bergabung ke acara May Day Fiesta di Monas bareng presiden, karena kondisi perburuhan secara riil masih sangat memprihatinkan," ujar Sunarno dalam keterangannya pada Kamis, 30 April 2026. Ia menambahkan bahwa jaminan kepastian kerja dan status hubungan kerja buruh justru masuk dalam skema fleksibilitas pasar tenaga kerja.
Kritik terhadap Militerisme
Sunarno juga menyoroti kembalinya gaya militerisme di pemerintahan saat ini. Menurutnya, kritik dan pendapat rakyat yang berbeda seringkali direspons dengan tindakan kekerasan dan kriminalisasi terhadap aktivis gerakan rakyat selama hampir dua tahun terakhir. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa aksi mereka dilakukan secara terpisah.
Sepuluh Tuntutan Aksi
Berikut adalah sepuluh tuntutan yang disuarakan oleh Gebrak dan KASBI dalam aksi May Day kali ini:
- Segera mewujudkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang pro buruh dengan melibatkan serikat buruh, pasca putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168 tentang Omnibus Law Cipta Kerja.
- Melakukan reformasi sistem pengupahan dan menghilangkan disparitas upah, serta memberlakukan upah layak nasional yang adil dan bermartabat bagi kaum buruh.
- Menjamin kepastian kerja dengan menghapus sistem outsourcing, kerja kontrak, kemitraan palsu, dan pemagangan yang eksploitatif.
- Meratifikasi Konvensi ILO 188 dan Konvensi ILO 190, serta menjamin dan melindungi buruh perempuan dan penyandang disabilitas.
- Mensejahterakan tenaga pendidik, dosen, pekerja platform, serta pekerja medis dan kesehatan.
- Menghentikan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dan pemberangusan serikat buruh.
- Mewujudkan pendidikan gratis serta layanan kesehatan gratis dan berkualitas.
- Menegakkan supremasi sipil, menjaga demokrasi, menghentikan militerisme dan kriminalisasi gerakan rakyat, serta membebaskan aktivis yang ditangkap.
- Menjalankan reforma agraria sejati dengan menghentikan penggusuran tanah rakyat.
- Menghentikan perang dan menunjukkan solidaritas untuk kedaulatan rakyat Palestina, Iran, Venezuela, dan Kuba.
Aksi May Day ini diharapkan menjadi momentum untuk menyuarakan kondisi perburuhan yang masih memprihatinkan dan mendorong perubahan kebijakan yang lebih berpihak pada buruh.



