Sebanyak 60 persen peserta Program Magang Nasional berhasil mendapatkan pekerjaan langsung setelah menyelesaikan program tersebut. Angka ini disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, dalam acara penutupan program Magang Nasional di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Data Serapan Kerja Program Magang Nasional
Dari total 150.000 peserta yang mengikuti program Magang Nasional pada tahun 2025, sebanyak 90.000 orang atau 60 persen di antaranya telah diterima bekerja di berbagai perusahaan mitra. Sisanya, 40 persen, memilih untuk melanjutkan pendidikan atau membuka usaha sendiri. "Kami sangat bangga dengan capaian ini. Program Magang Nasional terbukti efektif menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja," ujar Ida Fauziyah.
Program Magang Nasional merupakan inisiatif Kementerian Ketenagakerjaan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan pengalaman kerja bagi pencari kerja, khususnya lulusan baru. Program ini bekerja sama dengan lebih dari 5.000 perusahaan di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, teknologi informasi, hingga pariwisata.
Target Ekspansi Program pada 2027
Keberhasilan program ini mendorong pemerintah untuk memperluas cakupannya. Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan 200.000 peserta pada tahun 2027. "Kami akan meningkatkan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan baru dan memperluas sektor-sektor yang terlibat, terutama sektor digital dan ekonomi hijau," tambah Ida Fauziyah.
Selain itu, pemerintah juga berencana untuk mengintegrasikan program magang dengan kurikulum pendidikan vokasi agar para peserta memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global.
Dampak terhadap Pengangguran Terdidik
Tingginya angka penyerapan kerja dari program ini memberikan dampak positif terhadap penurunan tingkat pengangguran terdidik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka untuk lulusan diploma dan universitas pada Februari 2026 sebesar 7,2 persen, turun dari 8,1 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Program Magang Nasional berkontribusi signifikan terhadap penurunan tersebut.
Para peserta magang mendapatkan pelatihan langsung di tempat kerja, bimbingan dari mentor profesional, serta pengembangan soft skills seperti komunikasi, kerja tim, dan pemecahan masalah. "Saya sangat terbantu dengan program ini. Setelah magang selama 6 bulan di perusahaan teknologi, saya langsung diterima sebagai staf IT," ujar Rina, salah satu peserta magang asal Bandung.
Dukungan Perusahaan dan Peluang ke Depan
Perusahaan mitra juga diuntungkan karena dapat merekrut tenaga kerja yang sudah terlatih sesuai kebutuhan mereka. Banyak perusahaan yang kemudian menawarkan kontrak kerja tetap kepada peserta magang yang berkinerja baik. "Kami melihat program ini sebagai investasi jangka panjang. Kami mendapatkan kandidat yang sudah siap pakai dan memiliki loyalitas tinggi," kata Direktur HRD PT Maju Bersama, Andi Pratama.
Ke depannya, Kementerian Ketenagakerjaan akan terus memonitor dan mengevaluasi program ini untuk memastikan kualitas dan relevansi dengan kebutuhan industri. Pemerintah juga mendorong partisipasi perusahaan dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar program ini dapat menjangkau lebih banyak pencari kerja.



