Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan melanda 12 wilayah di pesisir utara Jakarta pada 1 hingga 8 Mei 2026. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena alam ini.
Penyebab Banjir Rob
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan baru dan Perigee berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut secara signifikan. Hal ini menyebabkan banjir pesisir di wilayah pesisir utara Jakarta.
Wilayah Terdampak
Puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 20.00 hingga 01.00 WIB. Berikut 12 wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob:
- Kamal Muara
- Kapuk Muara
- Penjaringan
- Pluit
- Ancol
- Kamal
- Marunda
- Cilincing
- Kalibaru
- Muara Angke
- Tanjung Priok
- Kepulauan Seribu
Imbauan untuk Masyarakat
BPBD DKI Jakarta memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah pesisir:
- Tingkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kondisi air laut.
- Hindari aktivitas di daerah pesisir yang berisiko terkena banjir rob, terutama saat pasang tinggi.
- Pastikan sistem drainase di sekitar rumah berfungsi baik untuk mencegah genangan air.
- Pantau peringatan dini gelombang pasang melalui situs resmi BPBD.
- Unduh Buku Panduan Kesiapsiagaan untuk informasi lebih lanjut.
- Laporkan potensi genangan atau banjir melalui aplikasi JAKI.
- Perbarui informasi banjir lewat portal pantau banjir Jakarta.
Kanal Darurat dan Informasi
Masyarakat dapat mengakses kanal resmi berikut untuk informasi terkini dan pelaporan darurat:
- Situs Pantau Banjir: pantaubanjir.jakarta.go.id untuk info terbaru penanganan banjir.
- Aplikasi JAKI: fitur Laporan Warga untuk melaporkan genangan.
- BMKG dan BPBD: peringatan dini potensi bencana dan data tinggi muka air melalui Instagram @infobmkg dan @bpbddkijakarta.
- Jakarta Siaga 112: hubungi dalam keadaan darurat untuk penanganan lebih lanjut.
Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan, diharapkan dampak banjir rob dapat diminimalkan. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang.



