Pembangunan Trem di Kota Tua Masih Dikaji, Pramono Ungkap Prioritas MRT
Trem Kota Tua Masih Dikaji, Pramono Ungkap Prioritas MRT

Pembangunan Trem di Kawasan Kota Tua Masih Dalam Tahap Kajian Mendalam

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa rencana pembangunan trem di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, saat ini masih berada dalam tahap kajian yang mendalam. Pernyataan ini disampaikan Pramono di Jakarta Timur pada Selasa, 14 April 2026, seperti dilaporkan oleh Antara.

Prioritas Utama Pemprov DKI Jakarta

Pramono menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini masih memprioritaskan penyelesaian proyek MRT Lebak Bulus-Kota, yang ditargetkan akan rampung pada awal tahun 2029. "Untuk trem Kota Tua, apa yang disampaikan Pak Wakil Gubernur tentunya perlu dikaji lebih dalam," ujar Pramono, menegaskan bahwa fokus utama masih pada integrasi transportasi massal yang lebih luas.

Optimisme Terhadap Revitalisasi Kawasan Bersejarah

Gubernur optimistis bahwa keberadaan transportasi terintegrasi, termasuk KRL, MRT, dan TransJakarta, akan menghidupkan kembali kawasan bersejarah Kota Tua. "Karena kalau itu sudah dilakukan nanti KRL-nya jalan, MRT-nya jalan, TransJabodetabek atau TransJakarta-nya jalan ke Kota Tua, saya yakin Kota Tua akan menjadi tempat baru yang akan dikunjungi warga masyarakat," paparnya. Selain itu, Pemprov DKI juga berencana mengembangkan rute bus TransJakarta yang menghubungkan Kota Tua dengan wilayah di luar Jakarta, sebagai bagian dari strategi peningkatan daya tarik kawasan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tujuan Pembangunan Trem dan Dukungan dari Wakil Gubernur

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno telah mengungkapkan rencana pembangunan trem sebagai bagian dari revitalisasi besar kawasan Kota Tua. Trem tersebut dirancang tidak hanya sebagai ikon, tetapi juga sebagai solusi transportasi ramah lingkungan di kawasan heritage. Rano menyatakan bahwa konsep trem sudah masuk dalam pembahasan tim revitalisasi, dengan tujuan utama mengurangi emisi dan mendukung Kota Tua sebagai kawasan rendah emisi.

Potensi Kota Tua Sebagai Destinasi Wisata Unggulan

Pramono menegaskan bahwa dengan transportasi yang mudah dijangkau, Kota Tua mampu menjadi destinasi wisata unggulan. "Terutama memang Kota Tua kita siapkan untuk menarik tourism," tandasnya. Integrasi transportasi ini dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan aksesibilitas dan daya tarik kawasan tersebut bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dengan demikian, meskipun rencana trem masih dalam kajian, upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mengembangkan Kota Tua melalui proyek transportasi terintegrasi terus berjalan, dengan harapan dapat merevitalisasi kawasan bersejarah ini secara berkelanjutan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga