Tol Prambanan-Purwomartani Dibuka Fungsional untuk Mudik Lebaran 2026
Deretan gardu biru berdiri rapi di bawah atap baja hitam di Gerbang Tol Purwomartani, menandai bagian dari perjalanan Tol Prambanan-Purwomartani. Tulisan besar "Gerbang Tol Purwomartani" terlihat jelas dari kejauhan, dilengkapi aksara Jawa yang menandakan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Beberapa jalur gardu masih ditutup road barrier merah, sementara bentangan beton pucat memanjang lurus setelah melintasi gerbang.
Kondisi Jalan dan Proyek yang Masih Berlangsung
Permukaan jalan belum sepenuhnya seragam, dengan warna lapisan beton yang berbeda di sejumlah segmen dan marka jalur yang belum seluruhnya terpasang. Kendaraan yang melintas harus melewati sambungan jembatan atau expansion joint, yang sebagian terasa sedikit menonjol. Badan jalan juga belum sepenuhnya rata seperti ruas tol yang telah lama beroperasi.
Aktivitas proyek masih berjalan, dengan pekerja berompi oranye merapikan pagar pengaman di tepi jalur dan alat berat terparkir di pinggir ruas tol. Di sisi kiri jalan, hamparan persawahan membentang dengan tanaman padi muda yang hijau dan lahan cokelat, sementara rumah penduduk berdiri di balik pagar beton dengan atap genteng merah. Dari kejauhan, siluet Gunung Merapi tampak samar di balik awan tipis.
Aksara Jawa sebagai Penanda Wilayah Yogyakarta
Ahmad Izzi, Tenaga Ahli Utama Bidang Umum Humas dan Administrasi BUJT Jasa Marga Jogja-Solo, menjelaskan bahwa aksara Jawa di gerbang tol menandakan masuknya wilayah Yogyakarta. "Kalau ada yang bertanya kenapa di gerbang ini ada aksara Jawa, ya karena ini sudah masuk wilayah Jogja," ujarnya pada Jumat, 13 Maret 2026.
Izzi menambahkan bahwa secara struktur, jalan tol sudah layak dilalui kendaraan, tetapi fasilitas pendukung seperti pagar pengaman dan rambu masih bersifat sementara. Konstruksi ruas ini menggunakan sistem rigid pavement atau perkerasan kaku berbahan beton, berbeda dengan jalan aspal yang lebih lentur. Sambungan jalan yang menonjol akan dirapikan dan ditutup untuk membuat permukaan lebih rata, dengan kecepatan kendaraan dibatasi selama masa pengoperasian sementara.
Jadwal dan Ketentuan Pengoperasian Fungsional
PT Jasa Marga Jogja-Solo berencana mengoperasikan ruas tol Prambanan-Purwomartani sepanjang 11,225 kilometer secara fungsional selama mudik Lebaran 2026. Pengoperasian fungsional berarti jalan tol dapat dilalui kendaraan, tetapi fasilitas pendukung belum tersedia secara permanen.
Pengoperasian dijadwalkan dari 16 hingga 29 Maret 2026, hanya dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB, dan bersifat situasional—dapat ditutup jika lalu lintas terlalu padat atau cuaca buruk. Pengguna jalan tidak dikenakan tarif, dan jalur ini hanya untuk kendaraan Golongan I (kendaraan kecil nonbus) yang meninggalkan Yogyakarta menuju Solo. Pembatasan ini karena kondisi simpang sebidang di exit tol Purwomartani yang belum siap, dengan sebagian lahan masih dalam proses pembebasan.
"Kalau dipaksakan untuk kendaraan yang masuk Jogja, dikhawatirkan akan terjadi kepadatan di simpang sebidang itu," kata Izzi. Ruas tol diperkirakan mampu melayani hingga 17 ribu kendaraan per hari selama libur Lebaran, dengan tambahan petugas, kendaraan patroli, dan derek untuk antisipasi lonjakan.
Manfaat dan Imbauan bagi Pengguna Jalan
Dengan memanfaatkan tol ini, waktu perjalanan dari Prambanan ke Purwomartani dapat dipangkas hingga separuh—dari 30 menit via jalan nasional menjadi sekitar 15 menit. Tol ini menghindari tiga titik hambatan utama: simpang sebidang Prambanan, kawasan Bogem di sekitar Candi Prambanan, dan daerah LPMP Purwomartani yang padat jalan lingkungan.
Operator tol menyiapkan pengaturan lalu lintas dengan sistem peralihan jalur di beberapa titik, karena belum seluruh jalur siap digunakan. Hanya satu jalur yang dioperasikan dengan beberapa titik pengalihan selama periode ini. Izzi mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati, dengan kecepatan maksimal 40 km/jam karena fasilitas pendukung masih sementara.
Pengoperasian fungsional ruas tol Prambanan-Purwomartani diharapkan membantu mengurai kepadatan arus kendaraan menuju dan meninggalkan Yogyakarta selama mudik Lebaran 2026, memberikan solusi transportasi yang lebih efisien bagi para pemudik.
